Target 3,4 Juta Wisatawan 2026, Industri Hotel Malang Berbenah
MALANG – Tren peningkatan kunjungan wisatawan dalam dua tahun terakhir mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan 3,4 juta kunjungan sepanjang 2026, sekaligus membuka peluang bagi industri perhotelan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman menginap.
Data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menunjukkan capaian kunjungan wisatawan pada 2025 telah menembus 3,4 juta orang atau sekitar 103 persen dari target 3,3 juta kunjungan. Mayoritas wisatawan berasal dari domestik dengan kontribusi sekitar 3,3 juta kunjungan, menandakan kuatnya pasar wisata dalam negeri.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor pendukung, seperti karakter Kota Malang yang beriklim sejuk, kemudahan akses, serta kedekatannya dengan kawasan wisata Kota Batu. Selain itu, kawasan heritage seperti Kampung Kayutangan tetap menjadi magnet utama, khususnya saat musim liburan.
Pemkot Malang juga terus memperkuat daya tarik kota melalui pembaruan infrastruktur, salah satunya revitalisasi Alun-alun Merdeka yang kini tampil lebih modern dan nyaman sebagai ruang publik. Di sisi lain, peluncuran pakaian khas daerah pada 1 April 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang menjadi bagian dari strategi penguatan identitas budaya sekaligus city branding.
Meski jumlah kunjungan meningkat, pola wisatawan masih didominasi short stay atau kunjungan singkat. Hal ini tercermin dari rata-rata lama menginap yang relatif pendek dan fluktuasi tingkat hunian hotel setelah masa puncak liburan. Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri perhotelan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menarik agar wisatawan bertahan lebih lama.
Menjawab peluang tersebut, Atria Hotel Malang melakukan transformasi melalui renovasi besar yang rampung pada akhir 2025. Dengan tetap mengusung konsep Consciously Javanese, hotel ini menghadirkan perpaduan nuansa budaya Jawa dengan desain modern.
General Manager (GM) Atria Hotel Malang, Ibnu Darmawan, menegaskan bahwa penguatan fasilitas menjadi strategi untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.
“Dengan fasilitas yang lengkap seperti ballroom, ruang meeting, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya, kami berkomitmen untuk menjadi pilihan strategis bagi kebutuhan korporasi maupun acara berskala besar di Kota Malang,” ujarnya, sebagaimana dilansir Ketik, Selasa, (08/04/2026).
Selain melayani segmen Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE), hotel ini juga menyasar wisatawan bisnis dan leisure. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses ke berbagai destinasi wisata, kawasan heritage, dan pusat bisnis.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-112 Kota Malang, Atria Hotel Malang juga menghadirkan promo khusus sektor Food & Beverage pada periode 1–10 April 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik kota.
Dengan total 175 kamar dalam tujuh tipe, enam ruang rapat berkapasitas 20–100 orang, tiga ballroom berkapasitas hingga 300 orang, serta satu Grand Ballroom berkapasitas lebih dari 1.000 orang, Atria Hotel Malang optimistis dapat berkontribusi dalam menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata kota ke depan. []
Penulis: Nurul Aliyah | Penyunting: Redaksi01
