Tegur Pemotor Merokok, Warga Jaksel Diduga Ditusuk
JAKARTA – Dugaan aksi kekerasan jalanan kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah unggahan di media sosial menyebut seorang warga mengalami penusukan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden tersebut diduga dipicu oleh teguran korban kepada seorang pemotor yang merokok saat berkendara di tengah kemacetan lalu lintas.
Informasi mengenai kejadian itu pertama kali mencuat melalui unggahan yang beredar luas di media sosial dan dilihat pada Rabu (21/01/2026). Dalam narasi yang menyertai unggahan tersebut, peristiwa disebut terjadi pada Senin (19/01/2026) siang. Pelaku digambarkan mengenakan helm ojek online (ojol), sementara korban disebut mengalami luka akibat serangan menggunakan obeng.
Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, peristiwa bermula saat kondisi lalu lintas di lokasi kejadian sedang padat. Korban yang berada di sekitar pelaku menegur karena pelaku merokok sambil mengendarai sepeda motor. Teguran tersebut diduga memicu emosi pelaku.
Dinarasikan bahwa pelaku kemudian berhenti, membuka jok sepeda motornya, lalu mengejar korban. Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa pelaku menusuk korban sebanyak dua kali menggunakan obeng. Kejadian tersebut memicu reaksi warganet yang mengecam tindakan pelaku dan menyoroti potensi bahaya konflik kecil di jalan raya yang berujung kekerasan.
Menanggapi informasi yang beredar, pihak kepolisian memastikan telah menindaklanjuti laporan tersebut. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan menyatakan bahwa aparat kepolisian telah melakukan pengecekan awal terkait dugaan peristiwa penusukan itu.
“Tadi saya cek, itu masih lidik (penyelidikan),” kata dia.
Kombes Putu menjelaskan bahwa hingga saat ini, pelaku belum berhasil diamankan. Kepolisian masih melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas dan keberadaan terduga pelaku berdasarkan informasi yang ada.
“Jadi memang belum ketangkap, masih ditelusuri, masih proses kita,” pungkasnya.
Pihak kepolisian belum merinci kondisi korban secara detail, termasuk tingkat luka yang dialami maupun apakah korban telah mendapatkan penanganan medis. Polisi juga belum memastikan motif pasti dari kejadian tersebut dan masih mendalami keterangan saksi serta bukti-bukti yang relevan.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keamanan dan emosi pengendara di jalan raya, terutama saat menghadapi kemacetan. Teguran yang sejatinya bertujuan menjaga keselamatan justru dapat memicu konflik apabila tidak disikapi dengan kepala dingin. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari konfrontasi langsung di jalan dan menyerahkan penanganan pelanggaran lalu lintas kepada pihak berwenang.
Selain itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi serta segera melaporkan kejadian tindak pidana yang dialami atau disaksikan kepada aparat terdekat. Penyebaran informasi di media sosial diharapkan disertai kehati-hatian agar tidak menimbulkan kepanikan atau kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Kasus dugaan penusukan ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi berkomitmen untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. []
Siti Sholehah.
