Tegur Penunggu Pasien Merokok, Satpam RS Jadi Korban Pengeroyokan

KULON PROGO – Insiden kekerasan terjadi di lingkungan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang petugas keamanan rumah sakit menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah penunggu pasien. Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan terhadap petugas layanan publik yang tengah menjalankan tugasnya.

Korban diketahui berinisial MFM (19), seorang satpam yang bertugas menjaga ketertiban di area rumah sakit. Insiden tersebut terjadi pada Senin (02/02/2026) malam, sekitar pukul 22.40 WIB, ketika korban sedang menjalankan tugas pengamanan di sekitar Unit Gawat Darurat (UGD).

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut. Laporan resmi telah diterima pihak kepolisian dan saat ini masih dalam tahap penanganan lebih lanjut.

“Telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilaporkan oleh korban MFM (19), laki-laki warga Sleman. Waktu kejadian pada Senin (02/02/2026) malam,” kata Sarjoko kepada wartawan, dilansir detikJogja, Kamis (04/02/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika rumah sakit menerima seorang pasien sekitar pukul 21.00 WIB. Pasien tersebut datang bersama beberapa orang yang kemudian menunggu di sekitar area UGD. Dalam proses menunggu, situasi mulai memanas akibat perilaku rombongan pasien yang dinilai mengganggu ketertiban.

“Pada saat menunggu pasien, beberapa rekan pasien berbicara dengan nada keras dan ditegur oleh perawat, kemudian mereka pindah di depan pintu UGD,” ujar Sarjoko.

Setelah berpindah lokasi, rombongan tersebut justru menyalakan rokok di depan pintu UGD, area yang seharusnya steril dan bebas asap rokok. Korban yang melihat pelanggaran tersebut kemudian menghampiri mereka untuk memberikan teguran secara persuasif dan meminta agar aktivitas merokok dilakukan di area parkir.

“Namun terlapor mengajak pelapor ke tempat parkir dan keduanya terlibat cekcok, tiba-tiba pelapor mendapatkan sundulan kepala dari salah seorang rekan pasien yang mengakibatkan luka pada bibir bawah,” ungkap Sarjoko.

Meski sempat mereda, ketegangan kembali memuncak sekitar pukul 22.40 WIB. Korban dipanggil kembali oleh terduga pelaku ke area parkir dengan dalih ingin menyelesaikan masalah secara baik-baik. Namun, situasi justru kembali memanas ketika korban diminta masuk ke dalam mobil, permintaan yang ditolaknya.

Penolakan tersebut memicu keributan lanjutan. Di lokasi parkiran itulah korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang hingga mengalami luka di bagian wajah.

“Karena korban tidak mau, terjadi cekcok dan dipukul oleh beberapa orang di bagian wajah yang menyebabkan luka memar, nyeri di bagian wajah,” jelas Sarjoko.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik dan melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Saat ini, Polres Kulon Progo masih mendalami kasus tersebut untuk mengidentifikasi para pelaku serta menindaklanjuti laporan sesuai dengan hukum yang berlaku. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *