Tekanan Pinjol Diduga Latarbelakangi Kematian Pria di Bogor

BOGOR – Kasus dugaan bunuh diri yang terjadi di wilayah Bogor Utara kembali menyoroti dampak serius jeratan pinjaman online (pinjol) terhadap kondisi psikologis masyarakat. Seorang pria berinisial A ditemukan meninggal dunia di kediamannya di kawasan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Senin malam (02/02/2026). Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan akibat masalah pinjaman online yang dialami korban.

Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di rumah korban yang berada di Jalan Bisma.
“Betul, kejadiannya semalam di Jalan Bisma, di rumahnya, masuk wilayah Bogor Utara,” kata Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo kepada wartawan, Selasa (03/02/2026).

Menurut keterangan polisi, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB oleh karyawan orang tua korban. Saat itu, keluarga korban sempat menanyakan keberadaan A yang tak kunjung terlihat. Ketika pintu kamar korban dibuka, A ditemukan dalam kondisi tergantung di bagian ventilasi kamar.

“Ditemukan jam 20.00 WIB sama karyawan orang tuanya. Jadi orang tuanya nanyain dia ke mana. Pas dibuka pintu kamarnya (oleh karyawan), anaknya sudah tergantung di ventilasi kamar sehingga pada saat kita ke TKP juga itu sudah diturunkan, dengan harapan masih bisa tertolong,” kata Enjo.

Polisi menduga kuat bahwa aksi nekat tersebut dilakukan korban akibat tekanan psikologis yang dipicu persoalan pinjaman online. Sebelumnya, korban disebut sempat mendapat teguran dari orang tuanya terkait keterlibatannya dalam pinjol.

“Iya, dia ditegur sama orang tuanya, supaya jangan pinjol, ya mungkin karena kesal (A) melakukan itu (gantung diri),” sebut Enjo.

Dari hasil pemeriksaan awal, aparat kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan di lokasi dan kondisi jasad menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

“Sementara hasil penyelidikan kita diduga korban memang gantung diri, karena dari hasil cek ada air mani, kemudian kencing dan lidah terjulur,” katanya.

Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi menyatakan kasus tersebut tidak menunjukkan unsur tindak pidana dan murni diduga sebagai bunuh diri.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri yang dikaitkan dengan tekanan ekonomi dan masalah pinjaman online. Fenomena pinjol ilegal maupun legal yang tidak dikelola secara bijak kerap memicu beban psikologis berat, terutama bagi individu yang tidak memiliki dukungan mental dan finansial yang memadai.

Pihak kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online serta tidak segan mencari bantuan jika menghadapi tekanan hidup. Keluarga dan lingkungan sekitar juga diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku orang terdekat sebagai langkah pencegahan terhadap kejadian serupa.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala depresi atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *