THR dari Pasar Modal, BNI dan BCA Siap Tebar Dividen
JAKARTA – Sejumlah bank besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menyalurkan dividen tunai kepada pemegang saham menjelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah, menciptakan momentum likuiditas tambahan bagi investor pada Maret hingga April 2026.
Distribusi dividen ini dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang lebih dulu memasuki jadwal pembagian. Pada perdagangan pasar reguler dan negosiasi, cum dividend dijadwalkan berlangsung Selasa (17/03/2026), sementara untuk pasar tunai jatuh pada 26 Maret 2026 yang juga menjadi recording date. Dengan demikian, investor yang tercatat pada tanggal tersebut berhak menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, BNI menetapkan pembagian dividen sebesar Rp13,03 triliun atau 65 persen dari laba bersih konsolidasian senilai Rp20,04 triliun. Setiap saham akan memperoleh dividen sebesar Rp349,41.
Selain BNI, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga menjadwalkan pembagian dividen tunai kepada investor. Total dividen yang ditetapkan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp336 per saham. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan sebesar Rp281 per saham.
Pembayaran dividen final BCA dijadwalkan pada 8 April 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date yang telah ditentukan.
Fenomena pembagian dividen oleh bank-bank berkapitalisasi besar ini dinilai menjadi daya tarik tersendiri di pasar modal, terutama karena waktunya berdekatan dengan periode libur panjang yang identik dengan peningkatan kebutuhan likuiditas masyarakat.
Momentum tersebut kerap dimanfaatkan investor sebagai tambahan dana segar, seiring pembagian dividen yang sering dianggap sebagai “bonus” tahunan di luar potensi keuntungan dari pergerakan harga saham, sebagaimana diberitakan Bisnis, Rabu (25/03/2026). []
Penulis: Patricia Yashinta Desy Abigail | Penyunting: Redaksi01
