Tim SAR Gabungan Cari Lansia Hilang di Sungai Cipamingkis
BOGOR – Seorang pria lanjut usia bernama Oding (67) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga Selasa (03/02/2026) malam, keberadaan korban masih belum diketahui, sementara tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Informasi hilangnya Oding pertama kali diterima aparat setelah pihak keluarga melaporkan bahwa korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak siang hari. Oding diketahui memiliki kebiasaan mencari besi bekas di sekitar aliran Sungai Cipamingkis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas tersebut kerap ia lakukan seorang diri, menyusuri area sungai yang memiliki arus cukup deras di beberapa titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, membenarkan adanya laporan warga yang diduga hanyut di sungai tersebut.
“Kejadian warga diperkirakan hanyut di Kali Cipamingkis, lokasi kejadian di Jonggol, Kabupaten Bogor,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Muhamad Adam Hamdani, Selasa (03/02/2026) malam.
Adam menjelaskan, laporan diterima setelah Oding tidak kembali ke rumah hingga menjelang malam. Pihak keluarga yang merasa khawatir kemudian melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melapor ke aparat setempat. Berdasarkan keterangan keluarga, Oding memang sering berada di sekitar sungai untuk mengumpulkan besi bekas yang terbawa arus atau tersisa di bantaran.
“Telah diterima laporan bahwa ada warga Jonggol yang bernama Oding, yang biasa mencari besi di Kali (Sungai) Cipamingkis. Infonya dari siang belum kembali ke rumah. Diperkirakan hanyut di kali Cipamingkis,” kata Adam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Cipamingkis serta area sekitar yang biasa dijadikan korban sebagai lokasi mencari besi. Kondisi medan yang cukup licin dan arus air yang tidak stabil menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Adam menyampaikan bahwa unsur gabungan yang terlibat dalam pencarian berasal dari berbagai instansi dan elemen masyarakat. Koordinasi dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus mempercepat proses evakuasi jika korban ditemukan.
“Tim BPBD, Kencana , FPRB, unsur kecamatan, Polsek, Koramil dan desa, bersama masyarakat masih melakukan pencarian,” kata Adam.
Selain penyisiran darat, petugas juga memantau aliran sungai untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke titik yang lebih jauh. Warga sekitar turut membantu dengan memberikan informasi terkait kondisi sungai dan jalur yang sering dilalui Oding.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi warga lanjut usia. Faktor usia, kondisi fisik, serta lingkungan alam yang tidak menentu dapat meningkatkan potensi kecelakaan, khususnya saat musim hujan atau debit air meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan. Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Upaya pencarian akan dilanjutkan hingga Oding ditemukan, dengan harapan korban dapat segera dievakuasi dan kepastian dapat diperoleh oleh pihak keluarga.[]
Siti Sholehah.
