TMII Resmikan Dermaga Pasar Terapung, Budaya Banjar Makin Mendunia

JAKARTA – Pemerintah menghadirkan replika budaya sungai khas Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui peresmian Dermaga Pasar Terapung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (11/04/2026), sebagai upaya memperluas promosi pariwisata berbasis kearifan lokal ke tingkat nasional.

Kehadiran fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas untuk mengenal tradisi pasar terapung yang menjadi identitas masyarakat Banjar.

Wali Kota (Wali Kota) Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyebut peresmian dermaga tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan budaya sungai kepada publik yang lebih luas.
“Peresmian Dermaga Pasar Terapung di TMII ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya sungai khas Banua kepada masyarakat luas,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Minggu, (12/04/2026).
“Ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi representasi jati diri urang Banjar yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” imbuh dia.

Ia menjelaskan, pasar terapung merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Martapura, termasuk di Kota Banjarmasin yang dikenal dengan Pasar Terapung Kuin serta Pasar Terapung Lok Baintan di Kabupaten Banjar.

Sementara itu, Gubernur (Gubernur) Kalsel Muhidin menilai kehadiran dermaga ini memperkuat posisi daerah sebagai pusat warisan budaya sungai sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.

Di kawasan TMII, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan aktivitas pasar terapung, tetapi juga menikmati berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti kain sasirangan serta kuliner khas daerah yang turut dipamerkan.

Sebagai informasi, harga tiket masuk TMII berkisar Rp25.000 per orang pada hari kerja dan Rp35.000 pada akhir pekan. Tarif tersebut belum termasuk biaya kendaraan, yakni mulai Rp35.000 untuk mobil, Rp20.000 untuk sepeda motor, dan Rp10.000 untuk sepeda.

Dengan hadirnya dermaga ini, diharapkan promosi budaya Banjar semakin luas serta mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal langsung tradisi pasar terapung di daerah asalnya. []

Penulis:Ni Nyoman Wira Widyanti | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *