TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asing Malaysia di Perairan Selat Malaka

MEDAN – Tim F1QR KAL Pandang I-1-72 TNI Angkatan Laut Pangkalan Tanjung Balai Asahan berhasil menangkap satu kapal ikan asing berbendera Malaysia yang melakukan praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) dengan menggunakan alat tangkap terlarang pukat harimau di perairan Selat Malaka, Indonesia.
Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, mengungkapkan bahwa penangkapan yang dilakukan pada Rabu (26/2/2025) tersebut merupakan respons cepat atas laporan nelayan setempat mengenai keberadaan kapal asing yang mencuri ikan di wilayah perairan nasional.
“Keberhasilan patroli ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia dari berbagai aktivitas ilegal, termasuk pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal ikan asing,” ujar Wido dalam keterangan resminya di Tanjung Balai, Kamis (27/2/2025).
Sebelum berhasil diamankan, kapal ikan asing tersebut sempat berupaya melarikan diri ke arah perairan Malaysia setelah menyadari kehadiran kapal patroli TNI AL. Petugas pun melakukan pengejaran dan terpaksa melepaskan tembakan peringatan agar kapal segera berhenti.
Setelah pengejaran intensif, kapal ikan asing dengan nomor registrasi PKFB909 dan berbobot 54,96 GT tersebut akhirnya berhasil dihentikan. Di dalamnya, terdapat lima anak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda berinisial MYO (40).
Selanjutnya, kapal beserta awaknya dikawal menuju Posal Bagan Asahan untuk pemeriksaan awal sebelum dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan guna penyelidikan lebih lanjut.
“Tindakan ini merupakan bentuk ketegasan TNI AL dalam menindak segala bentuk pelanggaran kedaulatan di laut, terutama dalam memerangi praktik illegal fishing yang merugikan sumber daya kelautan Indonesia,” tegas Wido.
TNI AL memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di perairan Indonesia guna mencegah praktik penangkapan ikan ilegal yang merugikan nelayan lokal serta ekosistem laut.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Malaysia di perairan Indonesia. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku illegal fishing serta menjaga keberlanjutan sumber daya laut nasional. []
Nur Quratul Nabila A