Tragedi Anak-anak di Ponorogo, Empat Bocah Tewas Sekaligus

JAKARTA – Peristiwa tragis menimpa warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Empat anak ditemukan meninggal dunia di sebuah kedung atau cekungan air yang berada di bawah jurang wilayah Dukuh Sidowayah. Hingga kini, penyebab kematian keempat bocah tersebut masih menjadi tanda tanya dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Informasi awal mengenai identitas para korban disampaikan oleh perangkat Desa Sidoharjo, Suwarto. Ia menyebutkan bahwa empat anak yang ditemukan tidak bernyawa tersebut masing-masing bernama Jihan, Arpin, Sakila, dan Alwi. Dari keempat korban, tiga di antaranya merupakan anak perempuan, sedangkan satu lainnya anak laki-laki.

Suwarto menjelaskan bahwa para korban masih berusia sangat muda dan masih menempuh pendidikan dasar. Tiga korban diketahui berstatus sebagai siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), sementara satu korban lainnya tercatat sebagai siswa kelas 1 sekolah dasar. Fakta ini menambah duka mendalam bagi warga sekitar, mengingat usia korban yang masih belia.

Lokasi ditemukannya keempat jasad tersebut berada di kawasan yang cukup jauh dari permukiman warga. Suwarto mengatakan area tersebut berada di bawah bukit dan jurang, tepatnya di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo.

“Jaraknya sekitar 500 meter dari rumah warga,” kata Suwarto, Jumat (06/02/2026).

Ia menuturkan bahwa kedung tempat ditemukannya para korban bukanlah aliran sungai. Lokasi tersebut berupa cekungan air yang terbentuk secara alami di area jurang, tanpa aliran air yang mengalir terus-menerus. Kondisi geografis ini membuat lokasi tersebut kerap luput dari pengawasan warga, khususnya orang tua.

“Ndak dalam sebetulnya. Bukan sungai, juga nggak ngalir, nggak lebar, cuma jurangan. Kanan kiri tebing. Kedalamannya sekitar 150 cm,” ujarnya.

Meski kedung tersebut tidak tergolong dalam, kondisi tebing di sisi kanan dan kiri diduga membuat area tersebut cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak. Hingga kini, belum diketahui secara pasti bagaimana keempat anak tersebut bisa berada di lokasi tersebut secara bersamaan, maupun apa yang menyebabkan mereka akhirnya meninggal dunia.

Suwarto juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum diketahui siapa pihak yang pertama kali menemukan jasad para korban. Informasi penemuan baru diterima setelah warga melaporkan adanya kejadian tersebut kepada perangkat desa dan aparat terkait. Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan melibatkan warga setempat.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jasad keempat korban dibawa ke balai desa sekitar pukul 12.30 WIB untuk penanganan lebih lanjut. Aparat kepolisian bersama tim terkait kemudian melakukan pemeriksaan awal guna mengumpulkan keterangan serta mengamankan lokasi kejadian.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Sidoharjo. Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian keempat anak tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang berisiko. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *