Tragedi Transportasi di Afghanistan, Enam Anak Tewas dalam Kecelakaan
JAKARTA — Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Afghanistan dan menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Sebuah minibus yang melaju di wilayah timur negara tersebut dilaporkan keluar jalur, terperosok, dan terbalik ke dalam lembah. Akibat kejadian itu, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk anak-anak dan perempuan.
Insiden nahas ini terjadi di Provinsi Badakhshan, Afghanistan Timur, saat kendaraan tersebut melaju di jalur pegunungan menuju ibu kota provinsi, Faizabad. Kondisi jalan yang rusak parah disebut menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Jalur tersebut dikenal sempit, berkelok, dan minim pengamanan, sehingga rawan kecelakaan, khususnya bagi kendaraan umum yang mengangkut penumpang.
Dilansir AFP, Sabtu (07/02/2026), pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa kendaraan tersebut mengalami kecelakaan tunggal. Bus dilaporkan kehilangan kendali sebelum akhirnya jatuh ke jurang yang dalam.
Bus tersebut “menyimpang dari jalur dan jatuh ke lembah”.
Menurut keterangan aparat, total korban tewas mencapai 15 orang. Dari jumlah tersebut, enam korban merupakan anak-anak, lima perempuan, dan empat laki-laki dewasa. Sebagian korban meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat, sementara tiga orang lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebelumnya dievakuasi dalam kondisi kritis.
Tim penyelamat dan warga setempat sempat berupaya melakukan pertolongan dengan peralatan terbatas. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat medan yang terjal dan akses jalan yang terbatas. Jenazah korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa dalam jumlah besar bukanlah hal baru di Afghanistan. Negara tersebut selama bertahun-tahun menghadapi persoalan serius dalam hal keselamatan transportasi. Kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat konflik berkepanjangan, minimnya perawatan, serta kurangnya rambu dan pengaman jalan menjadi faktor yang memperparah risiko kecelakaan.
Selain itu, perilaku berkendara yang tidak aman, kelebihan muatan, serta lemahnya penerapan regulasi lalu lintas turut memperbesar potensi terjadinya insiden fatal. Banyak kendaraan umum beroperasi tanpa standar keselamatan yang memadai, sementara pengawasan dari otoritas setempat masih sangat terbatas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Afghanistan mencatat sejumlah kecelakaan lalu lintas besar yang menewaskan puluhan orang. Pada Agustus tahun lalu, sebuah bus yang membawa para migran yang kembali dari Iran mengalami kecelakaan di Provinsi Herat, wilayah barat Afghanistan. Peristiwa tersebut menewaskan 78 orang, termasuk lebih dari selusin anak-anak, dan menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Bus tersebut dilaporkan bertabrakan dengan sepeda motor dan truk sebelum akhirnya mengalami kecelakaan fatal.
“Akibat kelalaian pengemudi,” kata para pejabat.
Tragedi terbaru di Badakhshan ini kembali menegaskan perlunya perhatian serius terhadap keselamatan transportasi publik di Afghanistan. Tanpa perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan pengawasan, serta edukasi keselamatan bagi pengemudi dan masyarakat, kecelakaan serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan memakan korban, terutama dari kalangan warga sipil yang tidak berdosa. []
Siti Sholehah.
