Tren Libur Lebaran 2026, Pemesanan Hotel Melonjak Tajam

JAKARTA – Kenaikan pemesanan kamar hotel sejak H-10 Lebaran 2026 menjadi indikator awal menguatnya pergerakan sektor pariwisata nasional, dengan tingkat booking yang melonjak hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mencatat, tren ini mencerminkan peningkatan minat masyarakat untuk bepergian selama libur Idulfitri, sekaligus memberi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Ketua Umum (Ketum) GIPI Haryadi Sukamdani mengatakan, peningkatan pemesanan sudah terlihat jauh sebelum hari raya, menunjukkan perencanaan perjalanan yang lebih matang dari masyarakat.

“Jadi tahun ini booking-annya itu di H-10 itu lebih baik dari tahun lalu. Secara umum aja tahun ini kira-kira H-10 rata-rata nasional tuh sekitar 30 sampai 40 persen sudah terkumpul. Nah tahun lalu itu hanya 10 sampai 20 persen gitu,” ujar Haryadi sebagaimana dilansir Kontan, Jumat (27/03/2026).

Ia menambahkan, momentum Lebaran secara konsisten menjadi pendorong utama aktivitas industri perhotelan dan turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Iya memang kalau setiap Lebaran pasti ada peningkatan, ada kontribusi ke pertumbuhan ekonomi. Pasti ada di sana,” ucapnya.

Menurutnya, pola peningkatan tersebut cenderung berulang setiap tahun, terutama pada periode libur panjang yang mendorong mobilitas masyarakat.

“Sebutulnya kalau dari sisi hotel ya, itu kurang lebihnya hampir-hampir mirip lah gitu,” katanya.

Namun, setelah melewati puncak libur, tingkat hunian hotel mulai mengalami penurunan. Haryadi menjelaskan, kondisi ini terjadi seiring berakhirnya masa libur yang umumnya hanya berlangsung hingga beberapa hari setelah Lebaran.

“Kalau dari sisi okupansinya ini di tanggal 25 (Maret) kemarin itu sudah turun, karena kebanyakan kan liburannya hanya sampai dengan tanggal 24 (Maret),” ucapnya.

Durasi libur menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat okupansi. Semakin panjang masa libur, semakin tinggi pula tingkat hunian hotel yang tercatat di berbagai daerah.

“Jadi memang kalau sekarang pasca Lebaran itu hanya 7 hari, hari ke-8 sudah mulai turun okupansinya,” kata dia.

Meski demikian, sejumlah hotel favorit di berbagai destinasi wisata tetap mencatat tingkat hunian yang stabil, menunjukkan bahwa minat wisata masyarakat masih terjaga meski periode libur telah berakhir. []

Penulis: Zendy Pradana | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *