Trump Sebut Reporter ‘Bodoh’ saat Ditanya Migran Afghanistan
JAKARTA – Hubungan antara mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan media kembali memanas. Dalam sesi tanya jawab di kediamannya di Florida, Trump melontarkan pernyataan bernada kasar kepada seorang jurnalis wanita ketika diminta memberikan klarifikasi soal pernyataannya terkait pemeriksaan migran Afghanistan di AS.
Seperti dikutip dari AFP, insiden tersebut terjadi pada Kamis (28/11/2025) waktu setempat, hanya sehari setelah penembakan dua anggota Garda Nasional AS di lokasi yang tidak jauh dari Gedung Putih, Washington DC. Pelaku penembakan diketahui merupakan seorang migran Afghanistan yang masuk ke wilayah AS setelah penarikan pasukan dari Kabul pada tahun 2021. Peristiwa itu kembali memicu perdebatan seputar kebijakan imigrasi dan keamanan nasional.
Dalam sesi dialog dengan wartawan, seorang reporter wanita menanyakan alasan Trump menyalahkan mantan Presiden Joe Biden, padahal sejumlah pejabat pemerintah menyatakan bahwa para migran Afghanistan yang menetap di AS telah melalui pemeriksaan ketat. Pertanyaan itu langsung memicu respons emosional dari Trump.
“Apakah Anda bodoh? Apakah Anda orang bodoh?” ujar Trump, memotong pertanyaan sang jurnalis. Ia kemudian menegaskan bahwa Biden bertanggung jawab atas masuknya migran tersebut. “Karena mereka membiarkannya masuk,” ucap Trump sambil memperlihatkan foto pesawat militer AS yang mengangkut warga Afghanistan saat kekuasaan Afghanistan jatuh ke tangan Taliban.
Menurut Trump, banyak dari mereka tidak seharusnya berada di AS. “Mereka datang bersama ribuan orang lainnya yang seharusnya tidak berada di sini, dan Anda hanya melontarkan pertanyaan karena Anda orang bodoh,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Komentar bernada menghina itu menjadi salah satu dari sejumlah pernyataan kontroversial Trump terhadap jurnalis, terutama perempuan. Sikapnya yang ofensif terhadap media bukan hal baru dan kerap menjadi sorotan publik, termasuk saat dirinya masih menjabat sebagai presiden.
Pada hari sebelumnya, Trump juga menyerang media ternama New York Times (NYT) karena memberitakan kondisi fisik dan usia dirinya. Ia bahkan melontarkan hinaan kepada penulis artikel tersebut, yang juga seorang perempuan. Dalam reaksinya, Trump secara terbuka menyebut wanita itu “jelek”.
Rentetan pernyataan tersebut semakin menegaskan pola komunikasi Trump yang sering menimbulkan polemik. Pengamat menilai, sikap Trump terhadap media tidak hanya mencerminkan ketegangan hubungan antara politisi dan pers, tetapi juga menggambarkan dinamika demokrasi dan kebebasan berpendapat di Amerika Serikat. []
Siti Sholehah.
