Trump Siap Tempuh Cara Keras Demi Greenland
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk mengakuisisi Greenland dan menyatakan kesiapannya untuk turun tangan secara langsung dalam upaya tersebut. Trump menekankan bahwa penguasaan pulau di kawasan Arktik itu merupakan kepentingan strategis yang tidak bisa ditawar, bahkan jika harus ditempuh melalui langkah yang keras.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintahannya masih mengutamakan pendekatan negosiasi, namun tidak menutup kemungkinan menggunakan cara lain apabila jalur damai tidak membuahkan hasil.
“Saya ingin membuat kesepakatan, Anda tahu, dengan cara yang mudah. Tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit,” kata Trump dalam pertemuan di Gedung Putih dengan para eksekutif perusahaan minyak.
Trump menilai Greenland memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi kepentingan nasional Amerika Serikat. Selain kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, pulau tersebut juga dinilai memiliki posisi geopolitik krusial di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik.
Menurut Trump, perkembangan tersebut menuntut Amerika Serikat untuk mengambil langkah tegas demi memastikan stabilitas dan keamanan wilayah tersebut. Ia menyebut bahwa kehadiran negara-negara pesaing di Arktik berpotensi mengancam kepentingan jangka panjang Washington jika tidak segera diantisipasi.
Isu akuisisi Greenland sebenarnya bukan hal baru dalam wacana kebijakan luar negeri Trump. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Trump secara terbuka menyatakan minatnya terhadap wilayah otonomi yang berada di bawah Kerajaan Denmark tersebut. Bahkan, pemerintahannya sempat mengkaji berbagai skenario, termasuk opsi penggunaan kekuatan militer.
Sikap tersebut kembali ditegaskan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menyatakan bahwa penguasaan Greenland masuk dalam daftar prioritas strategis pemerintahan Trump. Ia menyebut langkah tersebut berkaitan langsung dengan upaya menjaga keamanan Amerika Serikat dari ancaman eksternal.
“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan.
Lebih lanjut, Leavitt menegaskan bahwa diskusi internal di lingkungan Gedung Putih masih terus berlangsung guna menentukan pendekatan paling efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Ia tidak menampik bahwa seluruh opsi tetap terbuka, termasuk pengerahan kekuatan militer sebagai langkah terakhir.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ucap dia.
Meski demikian, pernyataan Trump dan para pejabatnya menuai perhatian luas dari komunitas internasional. Greenland sendiri selama ini menegaskan tidak memiliki niat untuk dijual atau dikuasai oleh negara lain. Denmark sebagai negara yang menaungi wilayah tersebut juga berulang kali menyatakan sikap serupa.
Di sisi lain, pernyataan Trump mencerminkan pendekatan kebijakan luar negeri yang menempatkan kepentingan geopolitik dan keamanan nasional sebagai prioritas utama. Dengan dinamika global yang terus berubah, isu Greenland berpotensi menjadi salah satu titik krusial dalam hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa dan kekuatan besar lainnya di kawasan Arktik. []
Siti Sholehah.
