Tujuh Daerah Mulai Bangun Sekolah Rakyat Program Nasional
JAKARTA – Pemerintah mulai mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang ditujukan sebagai salah satu strategi utama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari kebijakan nasional yang menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Langkah percepatan tersebut kini terlihat dari dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, terdapat tujuh lokasi di berbagai daerah yang telah memasuki tahap konstruksi dengan melibatkan PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai salah satu pelaksana proyek.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan intervensi pendidikan sebagai upaya jangka panjang untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada dalam kategori rentan dan miskin ekstrem.
Tujuh wilayah yang menjadi lokasi pembangunan tahap awal meliputi Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat dengan dua lokasi, Jawa Timur, serta Sulawesi Utara. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari target nasional yang mencakup 200 unit Sekolah Rakyat yang akan dibangun secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan formal, tetapi juga dirancang dengan konsep sekolah terpadu yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan. Sekolah Rakyat nantinya akan menyediakan jenjang SMP, SMA, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi yang memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa peran perusahaan dalam proyek tersebut tidak hanya sebatas membangun bangunan sekolah, melainkan juga memastikan seluruh infrastruktur penunjang tersedia dengan baik.
“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana dalam keterangan tertulis, Rabu (04/03/2026).
Dalam proses pembangunan, perusahaan menerapkan sejumlah standar penting, termasuk kualitas konstruksi, ketepatan waktu pengerjaan, serta penerapan standar keselamatan kerja. Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek konektivitas kawasan guna mempermudah akses bagi siswa, tenaga pengajar, maupun distribusi kebutuhan logistik pendidikan.
Upaya ini sejalan dengan pandangan pemerintah yang menilai sektor pendidikan sebagai langkah paling efektif dalam mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan hingga mendekati nol persen.
Selain fokus pada fasilitas pendidikan, desain Sekolah Rakyat juga dirancang dengan konsep asrama terpadu. Model ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter peserta didik.
Dian menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan dalam kompleks Sekolah Rakyat dibuat seragam di seluruh wilayah Indonesia. Sarana tersebut mencakup gedung pendidikan untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, rumah susun bagi guru laki-laki dan perempuan, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lapangan basket.
Konsep terpadu tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif serta mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal bagi para siswa. Pemerintah juga berharap model sekolah berasrama ini mampu memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dian menambahkan bahwa hingga saat ini pembangunan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Progres pembangunan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Dian.
Saat ini pembangunan telah memasuki tahap penyempurnaan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah bersama pihak pelaksana menargetkan seluruh proyek dapat rampung pada Juni 2026 sehingga Sekolah Rakyat tersebut dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Dengan percepatan pembangunan ini, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah yang membutuhkan. []
Siti Sholehah.
