UMKM Bontang Masih Minim Info soal Program Kredit Bontang Kreatif
BONTANG – Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meluncurkan program Kredit Bontang Kreatif senilai Rp12 miliar untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan bunga nol persen, ternyata program ini masih minim sosialisasi sehingga banyak pelaku UMKM belum mengetahuinya. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara niat pemerintah dan realitas di lapangan.
Program yang dijalankan bekerja sama dengan Bank Kaltimtara ini resmi berjalan hampir setahun. Namun dari penelusuran katakaltim.com, sejumlah pelaku UMKM di Bontang Kuala mengaku tidak mengetahui adanya bantuan tersebut. “Belum pernah dengar sih,” ujar Mama Arni, pelaku UMKM, Minggu, 29 Maret 2026.
Pernyataan serupa disampaikan Rahmania, perajin perhiasan lokal. “Saya gak ada pernah dengar sih. Belum ada,” katanya, menegaskan minimnya informasi mengenai program tersebut bagi pelaku usaha yang sudah aktif bertahun-tahun. Ia bercerita bahwa selama tiga tahun terakhir menjalankan usaha handmade manik-manik dan sebelumnya berjualan ayam geprek, bantuan UMKM tidak pernah sampai kepadanya.
Sementara itu, sebagian pelaku UMKM yang mengetahui program mengaku enggan mengajukan karena prosedur administrasi yang dianggap rumit. “Tau tapi gak ngajuin, malas ribet. Teman-teman banyak yang ajuin tapi gak Acc (diterima) terbentur syarat BI Checking (Sistem Layanan Informasi Keuangan),” kata Rianti.
Selain itu, adanya kewajiban menyertakan agunan menjadi kendala lain bagi UMKM skala kecil. “Tau sih tau. Tapi kita yang usaha kecil-kecil ini gak mampu, karena harus ada agunan,” ujar Ica. Menurutnya, program ini berbeda dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik pemerintah pusat yang bebas agunan. Ia menambahkan, pinjaman di Pegadaian dengan bunga ringan pun lebih mudah diakses.
Meski begitu, para pelaku UMKM sepakat bahwa jika program ini disosialisasikan lebih baik dan proses administrasi lebih sederhana, Kredit Bontang Kreatif dapat menjadi stimulan nyata bagi pertumbuhan UMKM di Bontang. Keberhasilan program ini juga diprediksi mampu meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat daya saing usaha kecil di kota tersebut. []
Penulis: Salsabila | Penyunting: Redaksi01
