UMKM Bukittinggi Masih Andalkan Tatap Muka, Gubernur Dorong Go Digital

BUKITTINGGI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setelah ditemukan mayoritas pedagang di Pasar Atas masih bergantung pada transaksi tatap muka, sehingga berpotensi membatasi perluasan pasar.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Atas, Bukittinggi, Selasa (24/03/2026). Dalam peninjauan itu, ia menemukan sebagian besar pelaku usaha belum memanfaatkan pemasaran berbasis digital secara optimal.

“Kita mendorong pelaku UMKM segera bertransformasi ke pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar,” katanya.

Menurut Mahyeldi, keterbatasan transaksi yang hanya mengandalkan kunjungan langsung membuat potensi penjualan belum maksimal, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

“Ke depan, UMKM perlu memanfaatkan platform digital agar jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas pada pengunjung yang datang langsung,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM sekaligus memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.

“Kalau UMKM kita sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar,” ujar dia.

Di sisi lain, pelaku usaha di Pasar Atas mengakui masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi. Salah seorang pedagang, Reni, mengatakan mayoritas transaksi di tokonya masih mengandalkan pembeli yang datang langsung, meski sebagian kecil sudah menggunakan aplikasi pesan singkat.

“Kami belum jual di marketplace. Palingan hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi, mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” kata dia.

Reni menambahkan, lonjakan pembeli biasanya terjadi saat libur hari besar seperti Lebaran, dengan dominasi pengunjung dari luar daerah.

Pemprov Sumbar berkomitmen terus memperluas program pembinaan dan pendampingan bagi UMKM agar mampu beradaptasi dengan ekosistem digital, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (24/03/2026). Upaya ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan ketahanan usaha di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat. []

Penulis: Muhammad Zulfikar | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *