Update Harga BBM 28 Maret 2026, Pertamax dan Dex Series Melonjak

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per Sabtu (28/03/2026), sementara harga BBM subsidi tetap tidak berubah. Kebijakan ini berdampak pada seluruh jenis BBM nonsubsidi, mulai dari Pertamax Series hingga Dex Series di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan pengumuman perusahaan, kenaikan harga berlaku berbeda di tiap daerah, tergantung kebijakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter.

Selain itu, Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter dari Rp12.700, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450. Untuk jenis solar nonsubsidi, Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter dari Rp13.250 dan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500.

Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap stabil. Pertalite dipertahankan pada Rp10.000 per liter dan Bio Solar berada di angka Rp6.800 per liter.

Kebijakan penyesuaian harga ini mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Secara regional, harga BBM menunjukkan variasi. Di wilayah Sumatra seperti Aceh dan Sumatra Utara, harga Pertamax mencapai Rp12.600 per liter, sementara di kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam, harga relatif lebih rendah. Adapun di wilayah Jawa, Bali, dan sekitarnya, harga Pertamax berada di kisaran Rp12.300 per liter.

Penyesuaian ini dilakukan di tengah dinamika energi global yang memengaruhi harga minyak dunia, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Sabtu (28/03/2026). Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan sektor energi nasional. []

Penulis: Aditya Pratama | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *