Update Harga Sembako: Cabai Melonjak, Daging Ayam Justru Turun
SURABAYA – Kenaikan harga sejumlah komoditas strategis seperti gas elpiji 3 kilogram, cabai, dan daging sapi mewarnai pergerakan pasar bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) pada Senin (30/03/2026), di tengah tren penurunan harga pada komoditas lain seperti daging ayam dan telur. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang belum stabil pascalibur panjang Lebaran.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga gas elpiji tercatat naik Rp150 atau 0,76 persen menjadi Rp19.937 per tabung. Sementara itu, cabai merah keriting naik Rp466 menjadi Rp33.187 per kilogram, cabai merah besar naik Rp475 menjadi Rp34.738 per kilogram, dan cabai rawit merah meningkat Rp1.365 menjadi Rp67.806 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada daging sapi paha belakang yang naik Rp492 atau 0,39 persen menjadi Rp125.388 per kilogram. Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras turun Rp944 menjadi Rp40.323 per kilogram, daging ayam kampung turun Rp2.593 menjadi Rp69.339 per kilogram, serta telur ayam ras turun Rp157 menjadi Rp29.340 per kilogram.
Komoditas lain seperti bawang merah juga tercatat turun Rp107 menjadi Rp36.300 per kilogram. Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya relatif stabil, di antaranya beras premium Rp14.836 per kilogram, beras medium Rp12.902 per kilogram, serta minyak goreng kemasan premium Rp20.507 per liter.
Perubahan harga ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, kondisi cuaca, hingga kebijakan pemerintah terkait distribusi dan impor pangan. Selain itu, fluktuasi nilai tukar dan biaya produksi juga turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Kondisi pasar yang fluktuatif ini menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga, sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Jatim.
Fenomena naik-turunnya harga bahan pokok ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan seiring penyesuaian pasokan dan permintaan pascalibur panjang, sebagaimana diberitakan Detikjatim, Senin (30/03/2026). []
Penulis: Irma BudiartiĀ | Penyunting: Redaksi01
