Utusan Trump Bantah AS Rusak Tatanan Dunia
JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat membantah keras tudingan yang menyebut kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump merusak tatanan internasional. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, dalam sebuah forum diskusi di Berlin, Jerman.
Whitaker menghadiri panel diskusi yang membahas laporan terbaru Konferensi Keamanan Munich pada Senin (09/02/2026) waktu setempat. Forum tersebut digelar menjelang pelaksanaan Konferensi Keamanan Munich ke-62 yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (13/02/2026). Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka mengkritik isi laporan yang menilai arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump berpotensi mengguncang stabilitas global.
Penegasan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (10/02/2026), disampaikan Whitaker saat menghadiri diskusi panel di Berlin, Jerman, yang digelar pada Senin (09/02/2026) waktu setempat, untuk membahas temuan laporan Konferensi Keamanan Munich.
Dalam forum diskusi tersebut, Whitaker mengkritik laporan Konferensi Keamanan Munich yang memperingatkan tentang pergeseran berbahaya dalam kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Trump. Dia menyebut kekhawatiran semacam itu tidak berdasar.
“Saya sepenuhnya menolak semua yang baru saja saya dengar. Saya tidak melihat adanya dunia yang sedang hancur,” tegas Whitaker, yang menjabat sebagai Duta Besar AS untuk NATO, dalam diskusi panel tersebut.
“Kami tidak berusaha untuk menghancurkan apa pun. Kami mencoba untuk membuatnya berkelanjutan, membuatnya berhasil,” ucapnya.
Whitaker juga menekankan bahwa komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan Eropa tetap kuat. Namun, ia menegaskan bahwa Washington menginginkan pembagian tanggung jawab yang lebih proporsional di antara negara-negara anggota NATO.
“Kami tidak berupaya membubarkan NATO. Kami berusaha membuat NATO lebih kuat, bukan untuk menarik diri atau menolak NATO tetapi membuatnya berfungsi sebagai yang dimaksudkan, sebagai aliansi dari 32 sekutu yang kuat dan berkemampuan,” tegasnya.
Sementara itu, laporan Konferensi Keamanan Munich yang dirilis pada Senin (09/02/2026) justru memuat pandangan berbeda. Dokumen berjudul “Under Destruction” tersebut memperingatkan bahwa pendekatan politik “buldoser” Trump dinilai menggerus tatanan internasional yang telah dibangun sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Laporan itu menyebut bahwa sistem global yang bertumpu pada aturan universal, organisasi internasional, serta kerja sama antarnegara demokrasi liberal tengah mengalami tekanan serius. Para penyusunnya menilai perubahan kebijakan AS bukan sekadar penyesuaian strategi, melainkan pergeseran fundamental terhadap prinsip-prinsip yang selama puluhan tahun menjadi fondasi stabilitas global.
Selain itu, laporan tersebut juga mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat kapasitas pertahanan mereka di tengah ketidakpastian arah kebijakan luar negeri Washington. Kekhawatiran atas komitmen jangka panjang AS terhadap NATO menjadi salah satu sorotan utama.
Meski demikian, Whitaker menolak anggapan bahwa pemerintahan Trump tengah menjauh dari aliansi transatlantik. Ia justru menilai upaya mendorong Eropa agar lebih mandiri dalam bidang pertahanan merupakan bagian dari strategi memperkuat NATO secara keseluruhan.
Perdebatan mengenai masa depan tatanan internasional diperkirakan akan menjadi topik utama dalam Konferensi Keamanan Munich mendatang. Forum tahunan tersebut selama ini menjadi ajang penting bagi para pemimpin dunia, diplomat, dan pakar keamanan untuk membahas dinamika geopolitik global. []
Siti Sholehah.
