Wagub Kalbar : Masuk Saja Ke SPBU Tidak Usah Pakai Barcode, Kalau Diminta Lawan Dan Protes !

AUDENSI : Ditengah-tengah pro dan kontra penggunaan barcode pengisian BBM, Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menerima audensi manajemen PT. Pertamina Regional Kalbar. (Foto : KO)
PONTIANAK, PRUDENSI.COM-Masyarakat Kalimantan Barat masih ingat beberapa waktu lalu, ketika Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Krisantus secara tegas meminta penghapusan barcode saat membeli BBM di SPBU karena dianggap menyulitkan masyarakat. Bahkan dalam acara buka puasa bersama jajaran Pemprov Kalbar pada 6 Maret 2025, Krisantus dengan lantang menyebut kebijakan barcode lebih menguntungkan mafia BBM dibandingkan rakyat.
“Saya tegaskan saya tidak ingin ada barcode (untuk pembelian pertalite), tidak ada barcode-barcode lagi di Kalbar. Jadi kalau isi minyak di SPBU, masuk saja, tidak ada faedahnya itu barcode-barcode,” ujar Krisantus saat itu.
Namun sayangnya, pernyataan keras Krisantus kini dipertanyakan. Pasalnya, barcode masih saja berlaku di sejumlah SPBU Kalbar. Saat dikonfirmasi Prudensi, Kamis (3/4/2025) mengenai implementasi kebijakan barcode yang masih berlangsung, Wagub Krisantus dengan tegas meminta masyarakat mengikuti anjurannya.
“Jadi seharusnya masyarakat ikuti kata-kata dan himbauan saya kompak tidak mau pakai barcode, masuk saja terobos,”ujar Wagub Krisantus Kurniawan, via WhatsApp Kamis (3/4/2025).
Dalam statemennya kepada Prudensi, Wagub Krisantus Kurniawan menegaskan apa yang pernah disampaikan masalah penggunaan barcode dalam pengisian BBM di SPBU itu janji atau anjuran?.
“Yang punya kebijakan Pertamina, kalau saya yang punya kebijakan baru janji namanya, jangan kalian putar-putar barang itu, saya minta ke Pertamina tidak pakai barcode, tapi masyarakat banyak yang bilang saya tidak tahu aturan, bahkan ada yang bilang Pak Gubernur Norsan salah pilih pasangan, sekarang tergantung masyarakat, kalau mau patuh ke SPBU dan Pertamina ya tetap pakai barcode, kalau mau dengar omongan saya, masuk saja ke SPBU tidak usah pakai barcode, kalau diminta lawan dan protes,”pungkas Wagub Krisantus Kurniawan dengan nada keras.(rac)