Warga Lokal Turun Gunung Cari Pendaki Hilang di Slamet
JAKARTA – Upaya pencarian terhadap pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, wilayah Pemalang, Jawa Tengah, terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Selain tim SAR dan aparat kepolisian, puluhan warga lokal turut turun langsung membantu proses pencarian di jalur pendakian yang dikenal memiliki medan berat tersebut.
Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet bersama seorang rekannya, Himawan, pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya dilaporkan memulai pendakian melalui jalur yang berada di kawasan Desa Clekatakan. Namun, situasi berubah ketika pada Senin (29/12/2025), Himawan ditemukan dalam kondisi lemas oleh tim pencari. Sementara itu, keberadaan Syafiq hingga kini belum diketahui.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar Pos 9 jalur pendakian. Informasi tersebut menjadi salah satu titik fokus pencarian oleh tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas Pemalang.
Sebagai bentuk kepedulian, sekelompok warga lokal ikut bergabung membantu proses pencarian. Tercatat sebanyak 23 pemuda setempat berangkat menuju lokasi pencarian pada Jumat (02/01/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Mereka tidak bergerak sendiri, melainkan didampingi oleh relawan lain serta berada di bawah arahan Basarnas.
Sebelum diberangkatkan, kelompok warga tersebut mengikuti pengarahan dari USS Basarnas Pemalang. Dalam briefing itu, Basarnas membagi sektor pencarian sekaligus mengingatkan para relawan untuk mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan gunung.
Tim warga tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan warga murni dilandasi rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Ya, ini kepedulian warga sini. Tanpa paksaan, kita bantu melakukan pencarian. Meskipun kita mengenal wilayah karena warga lokal, kita tetap patuhi aturan yang tadi disebutkan Basarnas,” ucap Sutrisno saat ditemui di lokasi, Jumat (02/01/2026).
Seiring berjalannya waktu, dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan. Hingga siang hari, Basecamp Dipajaya menjadi pusat berkumpulnya para relawan dari sejumlah daerah. Berdasarkan catatan pengelola basecamp, hingga pukul 15.00 WIB pada hari yang sama, setidaknya 39 anggota relawan telah bergabung untuk membantu pencarian.
Para relawan ini kemudian disebar ke sejumlah sektor pencarian sesuai arahan Basarnas Pemalang. Koordinasi dilakukan secara ketat untuk memastikan pencarian berjalan efektif dan aman, mengingat kondisi cuaca serta medan Gunung Slamet yang cukup ekstrem.
Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, membenarkan keterlibatan relawan dalam operasi pencarian tersebut. Ia mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat.
“Ya, tim relawan mulai berdatangan. Nggak ada jeda bergantian, naik turun. Ya, karena butuh tenaga ekstra. Luar biasa tim relawan ini,” ucap Rendy saat melakukan pengecekan di Basecamp Dipajaya.
Hingga kini, pencarian terhadap Syafiq masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap kondisi cuaca mendukung agar penyisiran dapat dilakukan secara maksimal. Pihak keluarga korban juga terus menanti kabar dengan harapan Syafiq dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. []
Siti Sholehah.
