WC dan Dapur Jebol, Perempuan di Bandung Diduga Hanyut ke Sungai
BANDUNG – Insiden runtuhnya lantai rumah yang menyebabkan seorang warga hilang terbawa arus sungai kembali menyoroti persoalan keamanan permukiman di kawasan rawan bencana. Seorang perempuan bernama Enok (43), warga Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, dilaporkan hilang setelah lantai bagian dapur dan kamar mandi rumahnya ambruk dan langsung terhubung dengan aliran Sungai Cijagra.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (02/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah korban diketahui berdiri tepat di tepi sungai, dengan struktur bangunan yang berada di atas aliran air. Ketika kejadian berlangsung, korban diduga tengah beraktivitas di dalam rumah sebelum akhirnya terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai.
“Jadi seorang ibu-ibu usia kurang lebih 43 tahun, dia mau ke air. Namun WC-nya maupun dapurnya jebol, di bawahnya aliran sungai, sehingga dugaan hanyut ke dalam Sungai Cijagra. Nah, sampai hari ini beliau belum ditemukan,” ujar Kapolsek Soreang Kompol Oeng Hoeruman, dilansir detikJabar, Selasa (03/02/2026).
Hingga hari kedua pencarian, korban belum berhasil ditemukan. Aparat kepolisian bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Basarnas, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran terus melakukan upaya penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cijagra. Pencarian dilakukan sejak malam hari setelah laporan diterima, meskipun sempat dihentikan sementara untuk evaluasi teknis.
“Dari mulai tadi malam jam 24.00 WIB kita sudah melakukan pencarian. Kita hentikan evaluasi dari kita tim, dari SAR, dari BPBD maupun Damkar,” kata Kompol Oeng.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa (03/02/2026) dengan fokus menyisir area sungai sejauh satu kilometer dari titik awal kejadian. Menurut pihak kepolisian, kondisi Sungai Cijagra yang relatif sempit membuat pencarian dilakukan secara menyeluruh, termasuk ke arah hulu sungai.
“Hari ini radius pencarian kurang lebih 1 kilometer Sungai Cijagra. Soalnya, kondisi sungainya kecil. Kita berupaya terus, kita sisir semua aliran sungai ya, sampai ke hulunya. Namun sampai ini belum ketemu, tapi kita terus berupaya itu untuk mencari korban atau diduga hanyut,” ujarnya.
Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai, terutama di wilayah dengan struktur tanah yang labil dan bangunan rumah yang tidak memiliki penguatan konstruksi memadai. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan permukiman yang berdiri di atas atau terlalu dekat dengan aliran sungai kerap menjadi lokasi kejadian serupa, terutama saat debit air meningkat atau terjadi pengikisan tanah.
Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pendataan dan evaluasi terhadap rumah-rumah yang berada di zona rawan, serta memberikan edukasi mengenai potensi bahaya dan langkah mitigasi bencana. Selain itu, penanganan jangka panjang seperti relokasi warga atau penguatan struktur bangunan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar dengan harapan Enok dapat segera ditemukan. Tim pencarian memastikan upaya akan terus dilakukan hingga ada kepastian mengenai keberadaan korban. []
Siti Sholehah.
