Wisata Alam Jantur Sengkulai Kian Diminati, Akses Kini Lebih Mudah
Perbaikan akses dan fasilitas mendorong Jantur Sengkulai di Kutai Barat menjadi destinasi wisata alam yang kian diminati pengunjung.
KUTAI BARAT – Destinasi wisata alam Jantur Sengkulai di Linggang Mapan mulai menunjukkan geliat sebagai magnet baru pariwisata di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dalam tiga tahun terakhir dan adanya peningkatan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
Penjaga wisata Jantur Sengkulai, Vinsensius, menyampaikan bahwa pengelola terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, baik dari sisi aksesibilitas maupun fasilitas di lokasi wisata.
Salah satu pengunjung, Ida Fitriani, yang datang pada Sabtu (28/03/2026), menilai kawasan ini memiliki keunggulan dari sisi keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi keluarga yang membawa anak-anak. Ia juga mengapresiasi fasilitas yang tersedia, seperti gazebo dan musala, yang dinilai sangat membantu aktivitas wisata.
“Jauh dulu perbedaannya, waktu pertama kali saya datang, di sini masih belum ada gazebonya, masih hutan. Tapi sekarang perkembangannya jauh lebih baik, terutama dari segi jalan. Dulu sangat sulit dilalui, tapi sekarang sudah sangat nyaman karena sudah disemen,” ujarnya penuh antusias.
Dari sisi daya tarik, Jantur Sengkulai menawarkan panorama air terjun alami yang dikelilingi hutan hijau dengan suasana sejuk. Aliran sungai di kawasan ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air dan bersantai, menjadikannya alternatif wisata alam yang diminati di Kubar.
Perkembangan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju lokasi, menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan kunjungan. Sebelumnya, jalur menuju kawasan tersebut dikenal sulit dilalui, namun kini telah mengalami perbaikan signifikan sehingga lebih aman dan nyaman bagi wisatawan.
Kehadiran Jantur Sengkulai tidak hanya memperkaya pilihan destinasi wisata di Kubar, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peluang usaha masyarakat sekitar serta mendukung upaya konservasi lingkungan berbasis wisata alam. []
Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum
