Wisatawan Naik, Okupansi Hotel Sleman Masih Rendah
SLEMAN – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri 2026 di Kabupaten Sleman (Sleman) belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel yang masih bertahan di kisaran 40 hingga 65 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara peningkatan jumlah wisatawan dan serapan sektor perhotelan.
Data Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat okupansi hotel pada periode 14–24 Maret 2026 masih fluktuatif, meski tren kunjungan wisatawan terus meningkat. Hingga 24 Maret 2026, jumlah wisatawan tercatat mencapai 188.198 orang, didominasi wisatawan nusantara dari berbagai provinsi di Pulau Jawa dan DKI Jakarta.
Kepala Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, menjelaskan bahwa aktivitas wisata belum mencapai puncaknya karena periode libur masih berlangsung dan data kunjungan belum sepenuhnya terhimpun. “Aktivitas wisata belum mencapai puncaknya dan data kunjungan juga belum sepenuhnya masuk,” ujarnya saat dihubungi, sebagaimana dilansir Harianjogja, Kamis, (26/03/2026).
Peningkatan kunjungan wisatawan terutama terjadi di kawasan destinasi unggulan seperti Kaliadem, Kaliurang, serta kawasan candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Namun, peningkatan tersebut belum merata berdampak pada tingkat hunian hotel di seluruh wilayah.
Pemerintah daerah tetap optimistis target kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 sebesar 300.000 hingga 500.000 pergerakan masih dapat tercapai. Optimisme ini didukung tren kenaikan harian, dengan puncak sementara tercatat pada 23 Maret 2026 yang mencapai 59.682 wisatawan.
Meski demikian, Kus menegaskan bahwa data yang tersedia masih bersifat sementara dan belum mencakup seluruh destinasi. “Kami juga belum menerima data kunjungan di Taman Ibarbo,” katanya.
Sementara itu, pemilik Taman Ibarbo, Lalu Nabil, menyebut jumlah pengunjung di objek wisata tersebut sejak hari kelima Lebaran mencapai sekitar 2.800 orang per hari, relatif stabil dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Manajer Umum PT TWC Prambanan, Ratno Timur, mengungkapkan capaian kunjungan di kawasan Prambanan dan Ratu Boko terus meningkat. “Kalau sekarang sudah 95.000 orang atau 65 persen. Masih ada waktu hingga tiga hari ke depan untuk pencatatan kunjungan selama liburan Idulfitri,” ujarnya.
Dengan tren kunjungan yang terus bertambah, sektor pariwisata Sleman masih memiliki peluang untuk mencapai target hingga akhir masa libur. Namun, optimalisasi distribusi wisatawan dan peningkatan daya tarik destinasi dinilai menjadi kunci agar dampak ekonomi, termasuk pada sektor perhotelan, dapat lebih merata. []
Penulis: Andreas Yuda Pramono| Penyunting: Redaksi01
