YPP. Misbahul Hasan Andungsari Gelar Ethno Karnival
Direktur Kantor Hukum Lexnora Law Firm, Dr. Hartono (kiri) ketika menghadiri Kegiatan Ethno Karnival yang diselenggarakan oleh Y. P. P Misbahul Hasan Andungsari Tiris. (Foto : Rachmat Effendi)
PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Ethno Karnival berlangsung meriah diselenggarakan oleh YPP Misbahul Hasan Andungsari Tiris menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen lembaga pendidikan terhadap pelestarian budaya dan penguatan karakter peserta didik.
Acara ini bukan sekadar perhelatan seni dan budaya, melainkan ruang edukatif yang mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan semangat pembelajaran modern.
Dalam suasana yang sarat warna, kreativitas, dan kebersamaan, para siswa menampilkan ragam ekspresi budaya Nusantara sebagai wujud kecintaan terhadap identitas bangsa yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan madrasah.
Kehadiran Direktur Kantor Hukum Lexnora Law Firm, Dr. Hartono, menjadi simbol dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan berbasis karakter dan budaya.
Partisipasi beliau menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan praktisi hukum memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam integritas moral dan kesadaran hukum.
Dalam pandangannya, pelestarian budaya lokal yang diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi yang beretika, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Yayasan Misbahul Hasan, Ustadz Misbahudin, M.Pd., yang senantiasa mendorong pengembangan potensi peserta didik melalui pendekatan holistik.
Beliau menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Melalui Ethno Karnival, yayasan berupaya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menanamkan rasa bangga terhadap tradisi sekaligus membangun semangat kolaborasi antarwarga sekolah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Madrasah Aliyah Misbahul Hasan, Rima Nur Kholidah, M.Pd., yang secara konsisten mengintegrasikan program-program kreatif dan inovatif dalam kurikulum madrasah.
Di bawah kepemimpinannya, Madrasah Aliyah Misbahul Hasan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat, minat, dan karakter siswa.
Ethno Karnival menjadi wujud konkret implementasi pendidikan berbasis budaya yang memadukan seni, tradisi, dan nilai-nilai religius dalam satu panggung harmonis.
Secara keseluruhan, “Semarak Ethno Karnival Y. P. P Misbahul Hasan Andungsari Tiris: Harmoni Budaya dalam Bingkai Pendidikan” mencerminkan komitmen bersama dalam merawat identitas bangsa melalui jalur pendidikan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi pusat peradaban yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga warisan budaya, menumbuhkan rasa persatuan, serta membentuk generasi yang berakhlak, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.(rac)
