20 Gerai UMKM Siap Raup Peluang di Festival Hudoq Pekayang Mahulu
MAHAKAM ULU – Festival Hudoq Pekayang yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat melalui kehadiran lebih dari 3.000 tamu dan partisipan serta pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 20 gerai UMKM akan menawarkan beragam produk khas daerah selama festival yang digelar di kawasan perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Malaysia tersebut. Produk yang dipasarkan meliputi aksesori adat, alat musik tradisional sapeq yang menyerupai gitar, topeng Hudoq, parang tampilan, pakaian adat, busana kreasi Hudoq Pekayang, serta makanan dan minuman lokal.
Camat Long Pahangai Thomas Ding mengatakan festival ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya Dayak Bahau, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.
“Festival Hudoq Pekayang yang digelar pada 20–22 Oktober 2026, bukan hanya untuk pelestarian budaya, tapi juga menjadi momen istimewa mengenalkan beragam produk khas daerah. Terlebih Hudoq Pekayang telah masuk Karisma Event Nusantara (KEN) sejak 2024,” ujar Thomas saat dihubungi dari Samarinda, Sabtu (17/10/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Thomas, kehadiran ribuan pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di Long Pahangai dan Mahulu secara lebih luas. Kebutuhan akomodasi, konsumsi, minuman, dan keperluan harian pengunjung diperkirakan memberi peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha setempat. Pembelian suvenir khas daerah juga diharapkan memperluas pemasaran produk UMKM.
Festival tersebut mengusung tema “Hudoq Pekayang: Antara Manusia, Alam dan Tradisi sebagai Penjaga Warisan Budaya Leluhur” dengan slogan “Melestarikan Budaya, Menguatkan Identitas, Menuju Mahulu Melaju”. Tema itu menempatkan tradisi sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus warisan yang perlu dijaga di tengah perkembangan zaman.
Sebanyak 13 kampung dipastikan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Delang Kerohong, Long Pakaq, Long Lunuk, Long Isun, Naha Aruq, Datah Naha, Lirung Ubing, Long Pahangai I, Long Pahangai II, Long Tuyoq, Liu Mulang, Long Pakaq Baru, dan Long Lunuk Baru.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, panitia di Kampung Long Pahangai II terus mematangkan persiapan dan melakukan evaluasi. Thomas menyebut gladi kotor dijadwalkan pada Sabtu (17/10/2026), sedangkan gladi bersih akan dilaksanakan pada Senin (19/10/2026), sehari sebelum festival dimulai.
“Sabtu ini dilakukan gladi kotor, dilanjutkan gladi bersih pada Senin (19/10). Sementara panitia di Kampung Long Pahangai II selain terus mematangkan festival sekaligus evaluasi harian, tujuannya adalah agar pelestarian budaya yang masuk kalender nasional ini sukses di semua aspek,” katanya.
Dengan keterlibatan 13 kampung dan puluhan pelaku UMKM, Festival Hudoq Pekayang diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi Dayak Bahau, tetapi juga memperkuat peluang usaha masyarakat. Dampak ekonomi tersebut akan bergantung pada jumlah pengunjung yang berbelanja serta kemampuan pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum festival untuk memperluas pasar produk khas Mahulu. []
Redaksi01
