7 Hotel Bintang 5 di Jakarta, Mewah dengan Desain Berbeda
JAKARTA – Kemewahan hotel bintang lima di Jakarta tidak hadir dengan satu gaya. Sejumlah hotel menawarkan karakter berbeda, mulai dari nuansa art deco, sentuhan budaya Indonesia, desain modern, hingga konsep yang memadukan unsur kolonial dan Jepang.
Keragaman tersebut terlihat dalam tujuh hotel bintang lima di Jakarta yang masuk rekomendasi Time Out, media perjalanan dan perhotelan berbasis Inggris. Daftar tersebut menyoroti pengalaman menginap yang ditawarkan masing-masing hotel, termasuk desain interior, karya seni, fasilitas, serta lokasi yang menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu hotel yang menonjolkan kemegahan klasik adalah The Langham Jakarta. Hotel ini menghadirkan instalasi seni dan lampu gantung karya Lasvit, perusahaan kaca mewah asal Ceko, di area lobi.
Nuansa art deco juga menjadi bagian dari desain hotel tersebut. Langit-langit tinggi dan elemen dekoratif bergaya Eropa berpadu dengan kamar yang menggunakan aksen marmer, lantai parket herringbone, serta perabotan mewah.
Pilihan lain adalah Four Seasons Jakarta yang mengedepankan interior mewah melalui marmer putih, pencahayaan kristal, dan sentuhan warna teal. Hotel yang memiliki 125 suite tersebut juga menggunakan panel bergaya Chinoiserie serta menampilkan karya seni Indonesia sebagai elemen dekorasi.
Sementara itu, Park Hyatt Jakarta menggabungkan garis-garis modern dengan material kayu bernuansa hangat. Penggunaan kain tenun lokal di sejumlah bagian hotel turut menghadirkan unsur budaya Indonesia dalam desain kontemporer.
Lokasi Park Hyatt Jakarta juga menjadi salah satu daya tarik karena berada di kawasan yang memudahkan tamu mengakses sejumlah destinasi populer, seperti Monumen Nasional (Monas), Istana Kepresidenan, dan Masjid Istiqlal.
Konsep yang lebih eksklusif ditawarkan The Grand Mansion Menteng by The Crest Collection. Properti tersebut hanya memiliki 65 unit sehingga suasananya dibuat lebih terbatas dibandingkan hotel dengan jumlah kamar yang lebih banyak.
Desain The Grand Mansion Menteng memadukan art deco Jepang dengan karakter rumah kolonial Belanda. Perpaduan warna hitam dan putih menjadi salah satu ciri visualnya, sementara kamar dirancang dengan suasana yang menyerupai hunian.
The St. Regis Jakarta menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan kemewahan modern dan unsur warisan Indonesia. Hotel setinggi 17 lantai tersebut melibatkan sejumlah desainer internasional, antara lain Alexandra Champalimaud dan Bill Bensley, serta seniman Indonesia Eddy Susanto.
Elemen batik menjadi bagian dari interior The St. Regis Jakarta. Motif batik parang dan elemen yang berkaitan dengan proses pembuatan batik turut digunakan sebagai bagian dari dekorasi hotel.
Adapun Raffles Jakarta mempertahankan kesan megah melalui penggunaan material kayu dan kain mewah. Hotel yang menjadi salah satu properti awal di gedung pencakar langit tersebut juga menampilkan karya seniman Indonesia Hendra Gunawan.
Pengalaman tamu di Raffles Jakarta dapat dilengkapi dengan menikmati teh sore di area kolam renang ataupun minuman di The Writers Bar.
Berbeda dari hotel lainnya, Alila SCBD Jakarta menghadirkan konsep yang lebih ekspresif. Hotel yang berada di kawasan pusat bisnis Sudirman itu menggunakan berbagai elemen warna dan bentuk, termasuk instalasi Orbital of Joy di area pintu masuk.
Palet biru langit dan kuning labu menjadi bagian dari karakter visual hotel. Fasilitasnya juga memiliki konsep unik, salah satunya kolam renang dengan landasan seperti catwalk di bagian tengah.
Ketujuh hotel tersebut menunjukkan bahwa pilihan akomodasi kelas atas di Jakarta tidak hanya menawarkan fasilitas penginapan, tetapi juga pengalaman melalui arsitektur, seni, budaya, lokasi, dan konsep interior yang berbeda. Daftar rekomendasi tersebut sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (28/09/2026). []
Redaksi01
