DPRD dan Pemprov Kaltim Matangkan Skema Dukungan untuk DMI

ADVERTORIAL – Upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat kembali menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltim, Senin (04/08/2025). Pertemuan ini menegaskan pentingnya dukungan kelembagaan agar masjid tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, hadir bersama anggota lainnya yakni Damayanti, Syahariah Mas’ud, dan Fuad Fakhruddin. Mereka menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal pengajuan anggaran operasional serta mencari solusi jangka pendek maupun panjang atas kebutuhan sekretariat DMI. Bagi Komisi IV, masjid memiliki nilai strategis dalam pembangunan sosial. Masjid dipandang bukan hanya ruang untuk ritual keagamaan, melainkan juga wadah pembinaan moral dan karakter.

“Ini adalah bagian dari arah politik keberpihakan kami terhadap entitas keagamaan nonpemerintah yang selama ini menjalankan peran vital tanpa dukungan optimal,” ujar Darlis.

Komitmen serupa juga ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Biro Kesejahteraan Rakyat. Salah satunya dengan menyiapkan skema insentif bagi marbot dan penjaga rumah ibadah, termasuk melakukan validasi data penerima bersama DMI agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua DMI Kaltim, Prof. Masjaya, menegaskan bahwa selama tujuh tahun terakhir pihaknya beroperasi tanpa sokongan dana hibah. Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap masjid tidak cukup sebatas menjaga bangunan fisiknya, melainkan juga menghidupkan aktivitas jamaah.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV menyepakati pemberian fasilitas ruang sekretariat sementara di Masjid Nurul Mukminin. Tak berhenti di sana, mereka juga mendorong rencana jangka panjang berupa pengadaan lahan serta pembentukan Peraturan Daerah (Perda) guna memperkuat eksistensi DMI.

Kolaborasi legislatif, eksekutif, dan masyarakat keagamaan diharapkan menjadi pondasi dalam menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban yang aktif, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Kaltim. []

Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *