Prabowo Kumpulkan Eks Presiden di Istana
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan bersama sejumlah mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia di Istana pada Selasa (03/02/2026) malam. Agenda tersebut disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus diskusi kebangsaan di tengah dinamika nasional dan global yang berkembang.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan menghadiri undangan tersebut. Kepastian kehadiran Jokowi disampaikan oleh ajudannya, AKBP Syarif Fitriansyah. Ia membenarkan bahwa Jokowi menerima undangan resmi untuk hadir dalam pertemuan yang dimulai pukul 19.30 WIB.
“Buka puasa Jakarta 18.13 WIB. Acara mulai jam 19.30 WIB,” kata Syarif ketika dimintai konfirmasi, Selasa (03/02/2026).
Meski berlangsung di bulan Ramadan, belum dapat dipastikan apakah pertemuan itu dirangkai dengan agenda buka puasa bersama. Syarif menyatakan dirinya belum memperoleh informasi detail mengenai susunan acara selain waktu pelaksanaan yang telah tercantum dalam undangan.
“Pertemuan silaturahmi dan diskusi,” ujarnya singkat mengenai agenda yang akan digelar.
Selain Jokowi, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga direncanakan hadir. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang politikus Partai Demokrat yang menyebut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono termasuk dalam daftar undangan pertemuan malam ini.
Tak hanya mantan presiden, sejumlah mantan wakil presiden pun dikabarkan turut diundang. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin disebut telah menerima undangan dan dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut.
Pertemuan lintas kepemimpinan nasional ini dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Selain menjadi ajang mempererat hubungan personal antarnegara dan antarpemimpin bangsa, forum seperti ini juga berpotensi menjadi ruang bertukar pandangan terkait isu-isu strategis, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Sejumlah pengamat menilai bahwa komunikasi antar mantan dan pejabat aktif negara penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan serta stabilitas politik nasional. Terlebih, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik hingga tekanan ekonomi internasional.
Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Istana mengenai pokok bahasan yang akan didiskusikan dalam pertemuan tersebut. Apakah akan membahas isu politik domestik, perkembangan ekonomi, atau situasi global, masih menjadi tanda tanya.
Yang jelas, pertemuan ini memperlihatkan adanya ruang komunikasi terbuka antara presiden yang sedang menjabat dengan para pendahulunya. Agenda silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya persatuan elite nasional dalam menjaga arah pembangunan dan stabilitas negara. []
Siti Sholehah.
