Mahasiswa Antropologi Undip Alami Gegar Otak Usai Dikeroyok Puluhan Teman

JAKARTA – Kasus dugaan kekerasan yang menimpa seorang mahasiswa dari Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjadi sorotan setelah rekaman video korban beredar luas di media sosial. Mahasiswa berinisial A (20) dilaporkan mengalami luka serius setelah diduga dikeroyok puluhan mahasiswa yang merupakan rekan satu jurusannya.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah video kondisi korban diunggah oleh akun Instagram @zainalpetir_. Dalam video yang beredar, korban terlihat mengalami sejumlah luka di berbagai bagian tubuh. Wajahnya tampak lebam dan tubuhnya menunjukkan bekas kekerasan yang diduga terjadi saat pengeroyokan berlangsung.

Kuasa hukum korban, Zainal Abidin Petir, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada 15 November 2025 dan melibatkan sekitar 30 mahasiswa.

“Anak PKL penjual nasgor dihajar 30 mahasiswa Undip dari jam 23.00-04.15 WIB hingga patah tulang hidung dan gegar otak,” kata Zainal.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak kuasa hukum, korban mengalami sejumlah cedera serius akibat tindakan kekerasan tersebut. Selain patah tulang hidung, korban juga didiagnosis mengalami gegar otak serta gangguan pada saraf mata sebelah kiri.

Setelah kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis. Ia sempat dirawat di RS Banyumanik 2 hingga pukul 17.00 WIB pada hari yang sama. Namun, untuk memudahkan akses keluarga, korban kemudian dipindahkan ke RS Bina Kasih Ambarawa. Di rumah sakit tersebut, korban menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, tepatnya sejak 16 hingga 21 November 2025.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian dan kini sedang dalam tahap penanganan oleh pihak berwenang. Kepolisian menyatakan telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengungkap kronologi peristiwa dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, Andika Dharma Sena, membenarkan bahwa laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut telah diterima dan tengah diproses oleh penyidik.

“Sedang dalam proses kasusnya, saksi-saksi sudah diperiksa dan rencana akan digelarkan kasus ini,” kata Andika melalui pesan singkat.

Menurut keterangan kepolisian, sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap secara jelas peristiwa yang terjadi pada malam kejadian. Gelar perkara juga direncanakan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka apabila ditemukan bukti yang cukup.

Peristiwa ini memicu perhatian publik karena melibatkan mahasiswa dalam jumlah besar dan terjadi di lingkungan akademik. Selain itu, kondisi korban yang mengalami luka cukup serius turut menambah keprihatinan masyarakat terhadap kasus kekerasan di kalangan mahasiswa.

Sejumlah pihak berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan tuntas sehingga memberikan kepastian hukum bagi korban. Di sisi lain, penanganan kasus ini juga diharapkan menjadi perhatian bagi institusi pendidikan untuk memperkuat pengawasan serta mencegah terjadinya tindakan kekerasan di lingkungan kampus.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian, motif pengeroyokan, serta peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *