Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Wilayah Aceh

JAKARTA – Fenomena antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Warga terlihat mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga Pertashop dengan membawa jeriken untuk membeli BBM dalam jumlah besar.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman video antrean warga di Aceh Tengah beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral tersebut, terlihat banyak warga membawa jeriken dengan berbagai ukuran untuk mengisi bahan bakar.

Tidak hanya di SPBU, sebagian masyarakat juga membeli BBM dari pedagang eceran. Sebagian besar warga yang datang membawa wadah jeriken terlihat menampung bahan bakar dalam jumlah cukup banyak.

Antrean serupa juga terjadi di wilayah lain di Aceh. Di Kota Banda Aceh, misalnya, antrean kendaraan terlihat di beberapa SPBU. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat berbaris panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Antrean kendaraan bahkan meluas hingga ke badan jalan di sekitar SPBU. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di beberapa titik menjadi sedikit tersendat akibat padatnya kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.

Selain Aceh Tengah dan Banda Aceh, situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bener Meriah. Di daerah tersebut, warga juga terlihat datang ke SPBU dengan membawa jeriken untuk membeli bahan bakar.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Aceh Tengah sebenarnya masih dalam kondisi aman. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah Mustafa Kamal menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina terkait ketersediaan bahan bakar di daerah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, pasokan BBM untuk wilayah yang dilayani oleh Depot Lhokseumawe, termasuk Aceh Tengah, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa saat ini ketersediaan bahan bakar di depot tersebut masih cukup besar untuk berbagai jenis BBM.

“Untuk wilayah distribusi depot Lhokseumawe termasuk kabupaten Aceh Tengah di dalamnya, stok di depot saat ini Pertamax ada 1.3 juta liter, Pertalite 4,3 juta liter dan solar 2,3 juta liter,” kata Mustafa.

Selain itu, pemerintah juga menyebutkan bahwa pada hari ini terdapat kapal pengangkut BBM yang bersandar untuk menambah pasokan bahan bakar di wilayah tersebut. Pasokan tambahan ini disiapkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi BBM.

Mustafa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan bahwa distribusi BBM akan terus dilakukan secara rutin ke wilayah Gayo dan sekitarnya setiap hari.

Dengan adanya pasokan yang terus berjalan, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan bakar. Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Situasi antrean yang terjadi saat ini diharapkan dapat segera kembali normal seiring dengan kelancaran distribusi bahan bakar dari depot ke SPBU dan titik penyaluran lainnya di wilayah Aceh. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *