Transformasi BTN Menuju Bank Layanan Lengkap
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai memperluas layanan bisnisnya dengan menargetkan transformasi menjadi bank yang menyediakan layanan perbankan lengkap atau full banking services. Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas berbagai produk keuangan di luar fokus utama pada kredit pemilikan rumah (KPR), sebagaimana dilansir Antara, Senin, (16/03/2026).
Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri, menyampaikan bahwa perseroan kini mendorong diversifikasi layanan agar kebutuhan finansial masyarakat dapat dilayani secara lebih menyeluruh melalui satu institusi perbankan.
“Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya, kalau finansial keluarga itu ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini,” kata Nyoman.
Ia menjelaskan, strategi tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis BTN dalam menjalankan visi perusahaan untuk periode 2025–2029. Transformasi itu dilakukan melalui ekspansi yang lebih efisien, pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, hingga penguatan layanan digital.
Menurut Nyoman, penguatan mesin pendanaan berkelanjutan atau sustainable funding menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung ekspansi bisnis perbankan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber dana yang stabil guna mendukung aktivitas pembiayaan.
“Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan,” ujarnya.
BTN juga meningkatkan strategi pemasaran produk melalui penguatan proposisi produk serta penerapan cross selling agar berbagai layanan perbankan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh nasabah.
Selain itu, perusahaan memperbarui sistem pengelolaan kredit melalui konsep loan factory yang memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR. Sistem tersebut diterapkan untuk menciptakan proses kerja yang lebih efisien, terstandarisasi, serta mempermudah pengawasan dan pengendalian operasional.
Sebelumnya, proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam kantor regional yang memiliki standar kerja berbeda di tiap wilayah. Kondisi tersebut menimbulkan sejumlah kendala, mulai dari ketidaksamaan standar proses hingga perbedaan kapasitas produktivitas antarregional.
Dengan penerapan sistem loan factory, proses pengelolaan kredit kini dipusatkan di tingkat pusat sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat layanan kepada nasabah.
Di sisi lain, BTN juga melakukan pembaruan konsep kantor cabang melalui program rejuvenating branch. Program tersebut bertujuan menghadirkan kantor cabang dengan konsep yang lebih modern, dinamis, dan ramah terhadap nasabah.
Sepanjang 2025, BTN tercatat telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang terhadap 10 kantor cabang agar tampil lebih modern dan nyaman.
“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya.
Perusahaan juga mempercepat digitalisasi layanan dengan menghadirkan BTN Digital Store yang tidak hanya beroperasi di kantor cabang, tetapi juga ditempatkan di pusat perbelanjaan serta kawasan komersial yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store,” jelas Nyoman.
Transformasi operasional BTN turut mencakup penguatan pengelolaan dokumen kredit melalui pembangunan records center sebagai pusat penyimpanan dokumen pembiayaan, khususnya portofolio KPR yang jumlahnya sangat besar.
“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” kata dia. []
Redaksi
