Kemenkop Siapkan Koperasi Bertingkat, Solusi Lahan Sempit di Kota
BANDUNG – Pemerintah mulai menyiapkan strategi pembangunan vertikal untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di kawasan perkotaan sebagai solusi atas keterbatasan lahan, dengan target puluhan ribu unit koperasi tetap dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil Kementerian Koperasi (Kemenkop) guna memastikan program penguatan ekonomi berbasis koperasi tetap berjalan di wilayah padat penduduk, meskipun ketersediaan lahan tidak memenuhi standar ideal seluas 1.000 meter persegi per unit.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan mekanisme khusus melalui surat perintah kerja untuk pembangunan koperasi di lahan terbatas.
“Kami di Kementerian Koperasi juga mempersiapkan surat perintah kerja bagi kondisi tanah-tanah yang kurang dari 1.000 meter persegi, karena ketersediaan tanah di kota-kota itu memang relatif sulit, kalau pun ada luasan lahannya lebih kecil,” ujar Ferry di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (30/03/2026).
Menurutnya, konsep bangunan bertingkat atau vertikal menjadi pendekatan yang dinilai efektif untuk mengoptimalkan fungsi lahan sempit tanpa mengurangi kelengkapan fasilitas koperasi.
“Mungkin akan dibangun bangunan fisik, gudang dan kelengkapannya untuk lahan terbatas mungkin dibuat secara vertikal,” ucapnya.
Sejauh ini, pemerintah mencatat sebanyak 2.400 unit KDMP telah rampung dibangun di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Barat (Jabar) dan Kota Bandung. Sementara itu, sekitar 34.000 unit lainnya ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan lebih dari 80.000 koperasi dapat beroperasi secara nasional sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Untuk mendukung operasionalisasi program tersebut, Kemenkop juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Daerah (Pemda), PT Agrinas Pangan Nusantara, serta berbagai mitra strategis, termasuk perguruan tinggi.
“Kami siapkan tahap operasionalisasinya, kami akan rapatkan bersama pemda kemudian PT Agrinas dan juga berbagai pihak, di daerah kami libatkan perguruan tinggi dan lembaga lain untuk bisa menyempurnakan persiapan Koperasi Merah Putih ini,” tutur Ferry.
Kebijakan pembangunan vertikal ini diharapkan menjadi solusi adaptif dalam menghadapi keterbatasan lahan di perkotaan, sekaligus memastikan pemerataan akses ekonomi melalui koperasi tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia. []
Penulis: Ricky Prayoga | Penyunting: Redaksi01
