BNI Tegaskan Undian “Rejeki Wondr BNI” HUT RI Adalah Hoaks

JAKARTA – Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi undian berhadiah yang mengatasnamakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Negara Indonesia (BNI). Imbauan ini disampaikan setelah beredar di media sosial informasi mengenai program “Rejeki wondr BNI – Undian Berhadiah” yang diklaim digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).

BNI memastikan program tersebut bukan bagian dari program maupun komunikasi resmi perseroan. Masyarakat juga diminta tidak mengikuti instruksi dalam unggahan yang beredar, terutama jika diarahkan membuka tautan tertentu, melakukan transaksi, membayar biaya, atau menyerahkan data pribadi dan informasi perbankan dengan alasan memperoleh hadiah.

Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary/Corsec) BNI Okki Rushartomo menegaskan informasi yang beredar tersebut merupakan informasi palsu. Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Sabtu, (15/08/2026), ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama BNI.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi mengenai program ‘Rejeki wondr BNI – Undian Berhadiah’ dalam rangka HUT ke-81 RI sebagaimana beredar di media sosial bukan merupakan program resmi BNI dan dapat dipastikan sebagai informasi palsu atau hoaks,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/08/2026).

Menurut BNI, salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat adalah adanya kemungkinan pelaku penipuan mengarahkan calon korban untuk mengakses tautan tertentu. Modus tersebut dapat digunakan untuk memperoleh data pribadi maupun informasi rahasia perbankan.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai permintaan pembayaran dengan dalih biaya administrasi atau biaya pencairan hadiah. BNI menegaskan perseroan tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada pemenang program.

Informasi mengenai program, promosi, ataupun pengumuman pemenang BNI hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perseroan. Karena itu, masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan ulang terhadap sumber informasi sebelum mengikuti program yang membawa nama BNI.

Okki juga mengingatkan nasabah agar tidak memberikan informasi rahasia perbankan melalui saluran komunikasi yang tidak dapat dipastikan keamanannya.

“Nasabah perlu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan nama maupun program BNI. BNI tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah seperti PIN, kode OTP, maupun CVV melalui tautan, pesan singkat, media sosial, atau sarana komunikasi lainnya,” kata Okki.

PIN merupakan Personal Identification Number, sedangkan OTP adalah One-Time Password dan CVV merupakan Card Verification Value. Ketiga informasi tersebut termasuk data yang perlu dijaga kerahasiaannya oleh nasabah dan tidak semestinya diberikan kepada pihak lain melalui tautan, pesan, maupun media sosial.

BNI menyediakan situs resmi di www.bni.co.id sebagai salah satu rujukan masyarakat untuk memastikan informasi mengenai layanan, program, dan promosi perseroan. Nasabah juga dapat memanfaatkan kanal media sosial resmi BNI untuk memeriksa kebenaran informasi yang mengatasnamakan perseroan.

Langkah verifikasi tersebut menjadi penting karena modus penipuan digital dapat memanfaatkan momentum tertentu, termasuk peringatan HUT RI, untuk menarik perhatian masyarakat dengan iming-iming hadiah. Nama perusahaan dan program yang dikenal publik dapat digunakan pelaku untuk membuat informasi palsu terlihat meyakinkan.

BNI menyatakan akan terus memperkuat edukasi dan kewaspadaan nasabah terhadap berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan identitas perusahaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali informasi resmi sekaligus mencegah kerugian akibat memberikan data atau mengikuti instruksi dari sumber yang tidak terpercaya.

Masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan terkait program BNI atau membutuhkan kepastian mengenai kebenaran suatu promosi dapat menghubungi BNI Call 1500046 atau mendatangi kantor cabang BNI terdekat. Dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu, nasabah dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BNI. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *