Bantuan Pangan Papua Barat Melonjak 82 Persen, Puluhan Ribu Keluarga Tersentuh

MANOKWARI – Perum Bulog mencatat lonjakan signifikan alokasi bantuan pangan di wilayah Papua Barat pada awal 2026, seiring bertambahnya jumlah keluarga penerima manfaat yang mendorong peningkatan distribusi beras dan minyak goreng hingga puluhan persen dibanding periode sebelumnya.

Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat, menyalurkan total 1.095.260 kilogram beras dan 219.052 liter minyak goreng untuk periode Januari–Februari 2026 kepada 54.763 keluarga penerima manfaat (KPM). Peningkatan ini mencapai sekitar 82,4 persen dibandingkan periode Oktober–November 2025.

Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, menjelaskan bahwa kenaikan alokasi bantuan terjadi seiring bertambahnya jumlah penerima yang tersebar di lima kabupaten.

“Bantuan pangan jenis beras meningkat 494.880 kilogram, dan minyak goreng juga meningkat 98.976 liter,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (31/03/2026).

Ia menambahkan, peningkatan jumlah penerima menjadi faktor utama lonjakan distribusi bantuan, dari sebelumnya 24.744 penerima pada periode sebelumnya menjadi 54.763 penerima pada awal 2026.

Kabupaten Manokwari menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 22.244 keluarga, diikuti Kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 10.371 keluarga, Kabupaten Pegunungan Arfak 9.370 keluarga, Kabupaten Teluk Wondama 6.542 keluarga, serta Kabupaten Manokwari Selatan 6.236 keluarga.

Setiap keluarga menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan. Dengan skema tersebut, distribusi di Kabupaten Manokwari mencapai 444.880 kilogram beras dan 88.976 liter minyak goreng, sementara di Kabupaten Teluk Bintuni sebesar 207.420 kilogram beras dan 41.484 liter minyak goreng.

Penyaluran di Kabupaten Pegunungan Arfak tercatat 187.400 kilogram beras dan 37.480 liter minyak goreng, di Kabupaten Teluk Wondama sebanyak 130.840 kilogram beras dan 26.168 liter minyak goreng, serta di Kabupaten Manokwari Selatan 124.720 kilogram beras dan 24.944 liter minyak goreng.

Bulog memastikan kesiapan logistik terus dilakukan secara bertahap. Pasokan beras telah tiba dari Makassar, sementara pengiriman minyak goreng masih dalam proses.

“Sekarang yang sudah masuk beras dari Makassar, jadi kami masih tunggu pengiriman minyak goreng. Kalau awal April sudah masuk, kami segera salurkan,” ucap Irawaty.

Ke depan, peningkatan distribusi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah Papua Barat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. []

Penulis: Fransiskus Salu Weking| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *