Sinergi BUMN, Logistik Haji 2026 Kini Lebih Terintegrasi
JAKARTA – Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026 diperkuat melalui kolaborasi logistik antara PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang ditandai dengan pelepasan ekspor bumbu pasta dan makanan siap saji ready to eat (RTE).
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sistem distribusi logistik haji yang terintegrasi dari dalam negeri hingga negara tujuan, guna menjamin ketersediaan konsumsi bercita rasa Nusantara bagi jemaah sekaligus memastikan efisiensi dan ketepatan waktu pengiriman.
Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menegaskan bahwa peran perusahaannya tidak hanya sebatas pengiriman barang, tetapi juga memastikan keseluruhan rantai logistik berjalan optimal. “Kami memastikan proses distribusi berjalan terintegrasi dan tepat waktu, sehingga kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya, sebagaimana dilansir Pos Indonesia, Senin (06/04/2026).
Sementara itu, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Reza Aulia Hakim menyatakan kesiapan maskapai dalam memperkuat dukungan distribusi logistik haji. “Garuda Indonesia siap memperkuat kolaborasi dengan Pos Indonesia untuk memastikan pengiriman berjalan lancar dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Dari sisi pemerintah, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jaenal Effendi menekankan pentingnya standar kualitas dalam setiap tahapan distribusi logistik. “Sebagai pengawal distribusi, kami memastikan seluruh proses memenuhi standar kehalalan, kesehatan, ketahanan produk, serta ketepatan waktu pengiriman, agar kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi dengan baik.”
Penguatan kolaborasi ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Ferry Irawan menyebut sinergi tersebut berpotensi meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global. “Selain meningkatkan kualitas layanan haji, sinergi ini juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional,” ujarnya.
Melalui integrasi layanan logistik ini, kedua BUMN tidak hanya memastikan kelancaran distribusi kebutuhan jemaah, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar produk makanan olahan Indonesia ke tingkat internasional. Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi standar baru dalam pengelolaan logistik haji yang efisien, berkualitas, dan berkelanjutan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
