Harga BBM Nasional Kompak Stabil, Ini Rinciannya per 7 April 2026
JAKARTA – Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjaga hingga akhir 2026, meskipun dinamika harga energi global masih berfluktuasi. Di sisi lain, daftar harga BBM nasional per Selasa (07/04/2026) menunjukkan tidak adanya perubahan harga di berbagai wilayah Indonesia, menegaskan kebijakan penahanan harga yang tengah dijalankan.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran publik terkait isu kenaikan harga BBM pada awal April 2026. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menegaskan bahwa kebijakan harga masih dalam kendali dan belum ada penyesuaian yang diberlakukan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menyatakan bahwa perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga energi. “Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM,” ucap Roberth dalam keterangan resmi, sebagaimana diberitakan Inews, Selasa (07/04/2026).
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran subsidi energi masih mencukupi untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skenario antisipatif jika terjadi lonjakan harga minyak dunia.
“Harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup. Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi? Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau Saldo Anggaran Lebih (SAL), kalau kepepet itu masih bisa dipakai,” kata Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (06/04/2026).
“Saya ingin tegaskan lagi, masyarakat nggak usah khawatir, nggak usah spekulasi kalau uang saya habis. Jadi, uang kita cukup,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, harga BBM di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih berada pada level yang sama, dengan Pertalite di kisaran Rp10.000 per liter dan Pertamax sekitar Rp12.300 per liter. Di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), harga Pertamax tercatat Rp12.600 per liter, sementara Solar tetap Rp6.800 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, yang menunjukkan stabilitas harga di tengah tekanan global. Adapun variasi harga antarwilayah dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kebijakan kawasan seperti Free Trade Zone (FTZ).
Pemerintah menilai kebijakan menjaga harga BBM bersubsidi menjadi langkah penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi. Dengan dukungan cadangan fiskal yang memadai, stabilitas harga energi diharapkan dapat terus terjaga hingga akhir tahun, meskipun tantangan eksternal masih membayangi. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
