Ribuan Kelas Rusak, Jasa Raharja Turun Tangan Rehabilitasi Sekolah
LOMBOK TENGAH – PT Jasa Raharja melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperkuat kontribusi sosial di sektor pendidikan dengan merehabilitasi sarana dan prasarana Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ma’arif Nurul Yaqin Sepit, sebagai respons atas masih tingginya kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (01/04/2026) ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa di daerah.
Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, hadir langsung bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jasa Raharja NTB, Soleh, serta tim Divisi TJSL Kantor Pusat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada perbaikan fasilitas fisik sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan. Upaya ini dinilai krusial mengingat kondisi infrastruktur pendidikan di NTB masih menghadapi berbagai tantangan.
Data 2024–2025 menunjukkan terdapat sekitar 4.104 ruang kelas di NTB dalam kondisi rusak. Selain itu, keterbatasan jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang hanya mencapai 801 unit turut menjadi kendala dalam menampung kebutuhan peserta didik, sehingga revitalisasi sekolah menjadi prioritas.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi menegaskan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
“Jasa Raharja meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan memberikan dampak positif jangka panjang,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Fajar, Rabu, (09/04/2026).
Ia juga menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada layanan asuransi kecelakaan, tetapi turut mencakup kontribusi sosial sebagai bagian dari kehadiran negara dalam pembangunan masyarakat.
Melalui sinergi antara kantor pusat dan wilayah, implementasi program TJSL terus diperkuat agar memberikan dampak nyata, tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Jasa Raharja menegaskan posisinya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya fokus pada layanan perlindungan dasar, tetapi juga berperan sebagai agen pembangunan sosial yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
