Danamon Bidik Pertumbuhan Simpanan Valas hingga 60 Persen

JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk membidik pertumbuhan simpanan valuta asing (valas) sebesar 50-60 persen hingga akhir 2026. Target tersebut didorong meningkatnya kebutuhan nasabah untuk transaksi internasional, mulai dari perjalanan ke luar negeri, biaya pendidikan, hingga belanja melalui berbagai platform global.

Liabilities Banking Services Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Steven Dhalimarta mengatakan pertumbuhan simpanan valas perseroan ditargetkan tetap sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi mata uang asing yang terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun.

“Target kami kurang lebih di 50-60 persen untuk pertumbuhannya. Jadi kami masih sejalan dengan pertumbuhan transaksi valas,” kata Steven Dhalimarta di Jakarta, Rabu (08/07/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (08/07/2026).

Menurut Steven, pertumbuhan simpanan valas Bank Danamon saat ini telah mencapai kisaran 40-45 persen. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan simpanan valas industri perbankan nasional yang berada pada kisaran 20-30 persen.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valas tercatat sebesar Rp1.585,1 triliun atau meningkat 17,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, DPK dalam mata uang rupiah mencapai Rp8.113,7 triliun dengan pertumbuhan 9,6 persen (yoy).

Secara rinci, tabungan valas tumbuh 29,9 persen (yoy), simpanan berjangka valas meningkat 27,9 persen (yoy), sedangkan giro valas bertambah 10,2 persen (yoy). Data tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk simpanan mata uang asing masih terus meningkat.

Steven mengungkapkan sekitar 70-80 persen simpanan valas Bank Danamon berasal dari nasabah individu, sedangkan sisanya berasal dari segmen korporasi. Berdasarkan data internal perusahaan, transaksi valas didominasi oleh kebutuhan perjalanan, termasuk perjalanan ibadah, remitansi untuk biaya pendidikan, pembayaran pada platform global menggunakan kartu debit maupun kartu kredit, serta pembelian tiket penerbangan.

Ia menilai fluktuasi nilai tukar mata uang membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya melakukan perencanaan transaksi valas sejak dini agar tidak membeli mata uang asing ketika nilai tukar sedang tinggi.

Menurut Steven, kebutuhan tersebut mendorong Bank Danamon menghadirkan produk Tabungan Danamon LEBIH PRO sebagai solusi simpanan multicurrency yang mendukung 12 mata uang dalam satu rekening. Produk tersebut juga dilengkapi Danamon Global Currency Card dengan fitur auto switching currency, sehingga nasabah dapat bertransaksi tanpa biaya konversi sekaligus menghemat biaya penarikan tunai di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) luar negeri. []

Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *