Revitalisasi Pasar Jambu Dua Tak Dongkrak Omzet, Pedagang Mengeluh

BOGOR – Revitalisasi Pasar Jambu Dua yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya justru memunculkan persoalan baru bagi pedagang, setelah omzet mereka dilaporkan menurun sejak pasar kembali beroperasi pada awal 2026.

Alih-alih meningkatkan aktivitas ekonomi, kondisi pasar yang kini lebih modern belum mampu menarik jumlah pengunjung secara signifikan. Akibatnya, sejumlah pedagang mengaku kesulitan mencapai pendapatan harian seperti sebelum renovasi dilakukan.

Salah satu pedagang sayuran mengungkapkan penurunan omzet yang cukup drastis. Ia menyebut, sebelum revitalisasi, pendapatan hariannya bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp800 ribu, namun kini untuk memperoleh Rp250 ribu saja menjadi tantangan.

“Pasarnya sekarang lebih bersih dan rapi, tapi pembeli justru berkurang. Dampaknya terasa sekali ke penghasilan kami,” ujarnya, sebagaimana dilansir Askara, Kamis (08/04/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang, terutama karena mereka tetap harus menanggung biaya sewa dan retribusi setiap bulan di tengah menurunnya pemasukan.

Para pedagang berharap pengelola pasar segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan jumlah pengunjung, seperti melalui promosi dan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat.

Revitalisasi Pasar Jambu Dua sendiri merupakan bagian dari program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional agar lebih nyaman, aman, dan kompetitif dibandingkan pusat perbelanjaan modern.

Namun demikian, para pedagang menilai keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari perbaikan fasilitas fisik, melainkan juga dari tingkat kunjungan pembeli dan perputaran ekonomi di dalam pasar.

Situasi ini menjadi catatan penting bagi Pemkot Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya dalam mengevaluasi efektivitas program revitalisasi, agar tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan secara berkelanjutan. []

Penulis: B Hersunu AW | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *