Pertamina Retail Gelar Simulasi Darurat di SPBU Malang

MALANG – PT Pertamina Retail (PERTARE) memperkuat kesiapsiagaan operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di SPBU COCO 51.651.16 Langsep, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), sebagai upaya mitigasi risiko kebakaran, tumpahan bahan bakar minyak (BBM), hingga potensi kecelakaan kerja di lapangan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/05/2026) tersebut melibatkan pekerja SPBU serta unsur lintas instansi, yakni Kepolisian Sektor (Polsek) Klojen, Komando Rayon Militer (Koramil) 0833/01 Klojen, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang. Simulasi ini menjadi bagian dari penguatan penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh lini operasional perusahaan.

Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, menegaskan bahwa simulasi PKD dilakukan secara berkala untuk memastikan kesiapan personel dan efektivitas sistem tanggap darurat di lingkungan SPBU.

“Operasional SPBU memiliki berbagai potensi bahaya seperti kebakaran, tumpahan BBM, ledakan, hingga risiko cedera terhadap pekerja saat menjalankan aktivitas di lapangan. Melalui pelaksanaan simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko dan potensi kerugian dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi,” ujar Ruli sebagaimana dilansir VIVA, Selasa, (26/05/2026).

Dalam simulasi tersebut, diperagakan skenario kebakaran di area SPBU yang menyebabkan seorang kepala shift mengalami luka bakar, dengan api yang kemudian meluas ke area dispenser BBM. Para pekerja diuji dalam berbagai tahapan penanganan, mulai dari komunikasi internal, evakuasi korban, hingga koordinasi dengan pihak eksternal.

Tahapan simulasi diawali dengan pembagian peran sesuai Struktur Organisasi Keadaan Darurat, dilanjutkan dengan eksekusi penanganan insiden secara terkoordinasi, serta diakhiri dengan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan dalam respons keadaan darurat.

Manager Region VI (Jatimbalinus) PERTARE, Aditya Hendrawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk menjaga kesiapan pekerja dalam menghadapi kondisi kritis di lapangan.

Sementara itu, Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di sektor ritel energi.

“Pertamina Retail terus berkomitmen untuk memastikan implementasi aspek HSSE berjalan optimal di seluruh lini operasional perusahaan. Simulasi PKD yang dilaksanakan secara rutin ini juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi pekerja serta memperkuat budaya safety awareness di lingkungan kerja,” ujar Ardhi.

Melalui simulasi ini, PERTARE menegaskan upayanya dalam memperkuat sistem keselamatan kerja berbasis pencegahan risiko, sekaligus mendukung target perusahaan menjadi pelaku utama ritel energi nasional yang berstandar global. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *