Indonesia Tancap Gas di Luar Negeri, Hotel Baru Resmi Dibuka di Uzbekistan

JAKARTA – Ekspansi investasi sektor perhotelan Indonesia ke pasar internasional kembali bergulir, ditandai dengan soft opening Hotel Kampoeng Indonesia di kawasan Kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan. Kehadiran hotel bintang tiga ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi pelaku usaha nasional di industri pariwisata global sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata religi di kawasan tersebut.

Hotel Kampoeng Indonesia merupakan akomodasi pertama yang mulai beroperasi di area ziarah Kompleks Memorial Imam Bukhari yang terus berkembang dan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kawasan seluas sekitar 45 hektare itu kini mampu menampung hingga 65.000 pengunjung per hari.

Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, menyambut positif investasi tersebut karena dinilai berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal serta mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dukungan juga datang dari berbagai pihak yang terlibat dalam peresmian awal operasional hotel.

Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin bersama Wakil Gubernur (Wagub) Samarkand Rustam Kobilov serta Chief Executive Officer (CEO) EGI Resources Erslan Gazali Ibrahim. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam rangkaian acara, nuansa budaya Indonesia ditampilkan melalui pertunjukan tari Legong, tarian nusantara, serta musik angklung yang melibatkan partisipasi tamu undangan. Selain itu, sajian kuliner khas seperti rendang dan tongseng turut dihidangkan untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia.

Investasi ini merupakan bagian dari komitmen EGI Resources sebagai perusahaan asal Indonesia dalam memperluas jaringan bisnis di sektor pariwisata dan hospitality di tingkat global. Proyek tersebut juga dirancang untuk menciptakan model bisnis yang saling terhubung antara aktivitas pariwisata luar negeri dengan ekosistem ekonomi dalam negeri.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan di Samarkand, tetapi juga membuka peluang dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia melalui keterlibatan rantai pasok nasional dan peningkatan arus wisatawan, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (13/04/2026). []

Penulis: PR Wire | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *