Warga Soroti Tumpukan Sampah di Jalan Raya Besuk, DLH Belum Beri Tanggapan
PROBOLINGGO – Keberadaan tumpukan sampah di ruas Jalan Raya Besuk yang berstatus jalan kabupaten menjadi sorotan warga. Selain dianggap mengurangi kenyamanan pengguna jalan, lokasi tersebut dikhawatirkan berubah menjadi titik pembuangan liar apabila tidak segera mendapat penanganan dari instansi berwenang.
Keluhan tersebut disampaikan Rudi, salah seorang pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di Jalan Raya Besuk dari arah selatan menuju simpang tiga Jabungsisir, jalur nasional Pantura.
Menurutnya, tumpukan sampah yang berada di sisi timur jalan tersebut semakin mengganggu pemandangan dan berpotensi memancing masyarakat lain untuk membuang sampah di lokasi yang sama.
Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih besar.
Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, penumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menciptakan kesan kumuh pada salah satu akses transportasi yang cukup ramai di wilayah Kecamatan Besuk.
“Mohon kepada Dinas Lingkungan Hidup agar segera membuang tumpukan sampah karena hal ini jika dibiarkan dapat menimbulkan penumpukan sampah secara terus-menerus,” ujar Rudi, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, langkah cepat dari pemerintah diperlukan agar lokasi tersebut tidak berkembang menjadi tempat pembuangan sampah liar yang sulit dikendalikan.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan pembersihan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan sampah tersebut berada di sisi timur Jalan Raya Besuk yang merupakan ruas jalan kabupaten. Lokasi itu mudah terlihat oleh pengguna kendaraan yang melintas dari arah selatan menuju utara sehingga menjadi perhatian masyarakat.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, media ini telah mengajukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, melalui pesan WhatsApp pada Kamis (28/5/2026) pukul 17.04 WIB.
Dalam konfirmasi tersebut, media meminta penjelasan terkait apakah DLH Kabupaten Probolinggo telah mengetahui keberadaan tumpukan sampah tersebut, apakah lokasi itu termasuk area yang menjadi tanggung jawab penanganan DLH, serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk membersihkan lokasi dan mencegah terulangnya pembuangan sampah di titik yang sama.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Kepala DLH Kabupaten Probolinggo. Pesan konfirmasi yang dikirimkan diketahui telah diterima dan dibaca, tetapi belum memperoleh jawaban. (rac)
