9 Bulan Berjalan, Koperasi Desa Ini Hasilkan Puluhan Juta

BINTAN – Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kuala Sempang di Kecamatan Seri Kuala Lobam mulai menunjukkan kontribusi ekonomi bagi masyarakat setelah mencatat laba bersih sekitar Rp21 juta dalam sembilan bulan operasional hingga akhir 2025. Capaian ini menjadi indikator awal peran koperasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat desa.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Kuala Sempang, Shalahuddin, menyampaikan bahwa capaian tersebut diperoleh dari aktivitas usaha yang terus berjalan sejak awal berdiri. “Pada tutup buku akhir Desember 2025, tercatat laba bersih sekitar Rp 21 juta,” ungkapnya.

Dari sisi omzet, koperasi mengalami fluktuasi sepanjang periode operasional. Puncak penjualan terjadi pada Oktober hingga November 2025 dengan nilai mencapai sekitar Rp200 juta. Namun, memasuki awal 2026, kinerja penjualan sempat menurun akibat kendala pasokan barang. “Bulan Januari 2026 karena barang susah masuk, jadi omzet kita tercatat sekitar Rp 150 juta,” katanya, sebagaimana diberitakan Batampos, Senin (13/04/2026).

Meski demikian, koperasi dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Karena harja di koperasi relatif lebih murah, warga belanja kebutuhan harian di sini,” katanya.

Selain melayani pembelian eceran, koperasi juga berperan sebagai pemasok kebutuhan pokok bagi warung-warung di Desa Kuala Sempang. Salah satu komoditas utama yang didistribusikan adalah minyak goreng yang diperoleh melalui kerja sama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). “Minyak dari Bulog, karena kita mitranya Bulog sehingga harga jual bisa ditekan lebih murah,” kata dia.

Dalam operasionalnya, koperasi melibatkan empat tenaga kerja lokal yang terdiri dari satu bagian administrasi, satu bagian pergudangan, serta dua kasir yang bekerja dalam dua shift. “Kasir dibagi 2 shift. Shift pertama dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, kemudian jam 2 siang sampai jam 10 malam,” katanya.

Ke depan, pengelola koperasi berencana memperkuat ketersediaan stok serta menambah ragam produk agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok secara lebih lengkap dengan harga yang tetap kompetitif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai penopang ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga. []

Penulis: Slamet Nofasusanto | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *