Tak Mau Bergantung, PKSS Perluas Pasar Non-BRI

JAKARTA – PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) mulai mengurangi ketergantungan bisnis terhadap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Group dengan menargetkan penambahan sekitar 60 klien baru dari luar grup hingga akhir 2026. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan komposisi portofolio klien sekaligus memperkuat pertumbuhan berkelanjutan perusahaan di tengah persaingan industri jasa yang semakin dinamis.

Direktur Utama (Dirut) PKSS Sadmiadi menyampaikan bahwa saat ini sekitar 60 persen kinerja perusahaan masih ditopang oleh BRI Group, sementara 40 persen berasal dari klien eksternal. Ke depan, perusahaan menargetkan komposisi tersebut menjadi lebih seimbang. “Ke depan, kami menargetkan komposisi klien bisa lebih seimbang antara BRI Group dan non-BRI. Hingga akhir Desember 2026, kami optimistis jumlah klien dapat bertambah sekitar 60 perusahaan baru, sehingga totalnya mencapai 360 klien,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).

Dari sisi pendapatan, lini Man Power Outsourcing (MPO) masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi sekitar 94 persen terhadap total pendapatan. Layanan ini mencakup penyediaan tenaga profesional, manajerial, hingga tenaga penunjang seperti keamanan dan kebersihan.

Namun demikian, perusahaan mulai mempercepat pengembangan lini Business Process Outsourcing (BPO) dan Knowledge Process Outsourcing (KPO) sebagai upaya diversifikasi sumber pendapatan. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, PKSS juga menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh dengan menggeser peran dari penyedia tenaga kerja konvensional menjadi mitra strategis yang menawarkan solusi layanan terintegrasi. Transformasi ini mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan melalui peningkatan kompetensi, produktivitas, dan pembentukan karakter berorientasi pada service excellence.

Selain itu, perusahaan juga menitikberatkan pada peningkatan operational excellence dan tata kelola (governance) untuk memastikan proses bisnis berjalan efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi dan inovasi turut menjadi fokus utama dalam mendukung daya saing perusahaan di tengah disrupsi industri jasa.

Langkah diversifikasi dan transformasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi PKSS sebagai pemain utama di sektor jasa alih daya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas di luar ekosistem BRI Group, sebagaimana dilansir Antara, Senin (14/04/2026). []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *