Lesunya Ekonomi Hantam Pedagang Keliling di Kubar

Screenshot

Penurunan daya beli dan kenaikan harga bahan pokok membuat pedagang kecil di Kubar mengalami penurunan pendapatan signifikan.

KUTAI BARAT – Penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan harga bahan pokok berdampak langsung pada pedagang kecil di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kondisi ini menyebabkan penurunan penjualan yang signifikan, bahkan mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak tersebut adalah Samiati, penjual sayur keliling di Linggang Banjarejo, Kecamatan Tering. Ia mengaku pendapatannya menurun drastis dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang sepi, tidak seperti dulu,” kata Samiati saat ditemui di rumahnya, Selasa (14/04/2026).

Selama 35 tahun berjualan, Samiati mengandalkan penjualan berbagai kebutuhan harian, mulai dari sayur, makanan matang, kue, hingga ikan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Namun, melemahnya kondisi ekonomi masyarakat membuat jumlah pembeli terus berkurang dari waktu ke waktu.

Dalam sehari, pendapatan bersih yang diperoleh Samiati kini hanya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000. Ia mengaku jumlah tersebut kerap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kenaikan harga bahan pokok turut memperparah kondisi tersebut. Untuk tetap bertahan, Samiati terpaksa mengurangi jumlah dagangan yang dijual. “Barang mahal, jadi jualan dikurangi,” ujarnya.

Selain tekanan ekonomi, faktor cuaca juga menjadi kendala bagi aktivitas berjualan. Hujan yang kerap turun menyebabkan mobilitas terbatas dan jumlah pembeli semakin menurun.

Di tengah kondisi tersebut, Samiati memilih tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup. Ia berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan modal usaha dan upaya stabilisasi harga bahan pokok agar pedagang kecil dapat terus bertahan. []

Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *