Bank Dunia dan IMF Disorot, Menkeu Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6 Persen

JAKARTA – Pemerintah optimistis kinerja ekonomi nasional tetap kuat di tengah tekanan global, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5,4 hingga 6 persen pada 2026 yang didukung fondasi domestik yang dinilai solid dan kebijakan fiskal yang terjaga.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum International Monetary and Financial Committee (IMFC) Restricted Breakfast Meeting pada rangkaian International Monetary Fund–World Bank Spring Meeting (IMF–World Bank Spring Meeting), sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (21/04/2026).

Menkeu menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari capaian pertumbuhan sebesar 5,11 persen pada 2025, saat sejumlah negara justru mengalami perlambatan akibat ketidakpastian global.

Selain itu, kinerja sektor eksternal juga menunjukkan tren positif dengan neraca perdagangan yang mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026, sekaligus memperpanjang tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.

Menurut Menkeu, stabilitas tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, inflasi yang terkendali, serta defisit fiskal yang tetap terjaga dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif rendah.

“Ketika banyak negara mengalami perlambatan ekonomi, perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan tumbuh sebesar 5,11 persen pada 2025. Pertumbuhan yang stabil membuktikan bahwa ekonomi domestik Indonesia sehat dan mampu menangani tekanan dari luar.”

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dinamika global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah menyiapkan bantalan fiskal guna meredam dampak lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas bahan bakar bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Langkah strategis lain yang ditempuh meliputi efisiensi belanja negara serta percepatan transformasi struktural melalui kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong reformasi berkelanjutan guna memperkuat investasi dan mewujudkan target Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi.

Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang hati-hati dan reformasi struktural yang konsisten, pemerintah berharap ekonomi nasional tetap resilien serta mampu tumbuh berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. []

Penulis: Imamatul Silfia | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *