Tekanan IHSG Buka Peluang, Ini Daftar Saham Rekomendasi Hari Ini

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (20/04/2026) menjadi sinyal kewaspadaan bagi pelaku pasar, sekaligus membuka peluang baru bagi investor untuk mencermati rekomendasi saham dari sejumlah sekuritas pada perdagangan berikutnya.

IHSG ditutup turun 0,52 persen ke level 7.594, mendekati posisi terendah harian di 7.570, setelah sempat menyentuh level tertinggi 7.692 pada sesi pagi. Tekanan terutama berasal dari sektor properti, energi, dan teknologi yang masing-masing melemah hingga 2,04 persen, 1,34 persen, dan 1,29 persen.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan didominasi aksi jual dengan volume mencapai 40,83 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,21 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,46 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 424 saham melemah, 247 saham menguat, dan 148 saham bergerak stagnan.

Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan ekonomi internasional, sebagaimana diberitakan Bloomberg Technoz, Senin (20/04/2026).

Meski demikian, sejumlah perusahaan sekuritas menilai peluang tetap terbuka melalui pemilihan saham yang tepat, terutama pada saham-saham yang masih berada dalam tren bullish atau uptrend. Investor disarankan mencermati pergerakan pasar secara selektif untuk memanfaatkan momentum pemulihan.

Rekomendasi saham dari berbagai sekuritas untuk perdagangan Selasa (21/04/2026) antara lain:

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham EMAS, BAPA, dan BUKA.
BNI Sekuritas menyoroti MEDC, PGAS, TINS, BULL, EMAS, dan ANTM.
Phillip Sekuritas memilih ARKO dan SMDR.
MNC Sekuritas merekomendasikan MBMA, PTBA, TAPG, dan VKTR.
CGS International Sekuritas menilai TAPG, DSNG, BRMS, PSAB, HRTA, dan ENRG menarik dicermati.
Phintraco Sekuritas mengunggulkan IMPC, BRMS, TAPG, SMDR, dan DSNG.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan DSNG, MBMA, dan NCKL.

Dengan dinamika pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar diharapkan tetap mengedepankan manajemen risiko dan strategi investasi yang terukur guna menjaga stabilitas portofolio di tengah tekanan pasar saham domestik. []

Penulis: Muhammad Julian Fadli | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *