MTQ Medan Tak Hanya Religius, UMKM Raup Ratusan Juta Rupiah
MEDAN – Perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-59 Tingkat Kota Medan (Medan) Tahun 2026 mencapai Rp590 juta hingga penutupan kegiatan, menandai kontribusi signifikan sektor ekonomi kreatif dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mencatat, capaian transaksi tersebut diperoleh selama pelaksanaan MTQ yang berlangsung pada 11–18 April 2026 di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM yang memasarkan berbagai produk kepada pengunjung dari berbagai wilayah di Medan dan sekitarnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Medan), Sofyan, menyebutkan bahwa kehadiran UMKM dalam MTQ menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kegiatan ini turut mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang memberikan ruang bagi usaha masyarakat untuk berkembang,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Ahad, (19/04/2026).
Ia menjelaskan, beragam produk unggulan ditampilkan pelaku usaha, mulai dari kopi, makanan khas, hingga kerajinan tangan seperti tas. “Saya sudah melihat langsung berbagai stan dan kerajinan, ada yang menampilkan potret dari kopi, makanan khas, kerajinan tas dan produk lainnya yang menunjukkan potensi ekonomi kreatif masyarakat,” sebut dia.
Selain aspek ekonomi, MTQ Medan juga menjadi ajang kompetisi keagamaan yang diikuti 692 peserta dari berbagai kecamatan, madrasah aliyah (MA), serta pondok pesantren di Medan.
Pelaksanaan MTQ ke-59 Medan resmi ditutup pada Sabtu (18/04/2026) malam dengan penyerahan bendera kepada Kecamatan Medan Petisah sebagai tuan rumah berikutnya. “Kecamatan Medan Petisah akan menjadi tuan rumah MTQ ke-60 Tingkat Kota Medan pada tahun 2027,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Kecamatan Medan Selayang kembali meraih juara umum, disusul Kecamatan Medan Sunggal di posisi kedua dan Kecamatan Medan Barat di peringkat ketiga.
Capaian transaksi ratusan juta rupiah ini menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di Medan. []
Penulis: Anggi Luthfi Panggabean | Penyunting: Redaksi01
