UMKM Purworejo Go Digital, Festiku 2026 Perluas Jejaring Bisnis
JAKARTA – Festival Kutoarjo (Festiku) 2026 dimanfaatkan sebagai panggung strategis untuk memperluas pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Purworejo (Purworejo) hingga tingkat nasional, sekaligus mempercepat adaptasi pelaku usaha terhadap ekosistem digital.
Kegiatan yang digelar Paguyuban Wong Thorjo (Pakutho) ini berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (19/04/2026). Sebanyak 40 pelaku UMKM dari 16 kecamatan di Purworejo dilibatkan dalam ajang tersebut guna membuka jejaring bisnis baru serta memperkenalkan produk unggulan daerah.
Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini juga menandai penguatan kolaborasi ekonomi melalui peluncuran situs web Pakutho sebagai media promosi berbasis digital. Langkah tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pakutho dan Forum UMKM Purworejo sebagai upaya membangun sinergi berkelanjutan.
Bupati Purworejo (Bupati Purworejo), Yuli Hastuti, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa festival ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. “Festival ini bukan hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum penting untuk mengenalkan produk unggulan UMKM Purworejo serta memperkuat identitas budaya daerah,” katanya, sebagaimana diwartakan Joglo Jateng, Selasa, (21/04/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. “Saya berharap kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan serta mendukung terwujudnya visi Purworejo Berseri,” harapnya.
Ketua Pakutho (Ketua Pakutho), Pratomo Setyohadi, menjelaskan bahwa Festiku merupakan pengembangan dari kegiatan halalbihalal yang telah rutin dilaksanakan sejak 2008. “Tahun ini kami kembali mengangkat tema UMKM dengan semangat Go Digital, Go Global. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah dan komitmen bersama dalam mengembangkan UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” jelas Pratomo.
Sementara itu, Ketua Forum UMKM Purworejo (Ketua Forum UMKM Purworejo), Hesti Respati Ningsih, menilai kolaborasi antara masyarakat perantauan dan pelaku usaha di daerah menjadi kunci dalam mempercepat digitalisasi UMKM. “Kerja sama yang terjalin kami harapkan dapat memperkuat digitalisasi UMKM serta memperluas akses pasar, termasuk menjangkau masyarakat Purworejo di perantauan,” pangkas Respati.
Transformasi Festiku dari sekadar ajang silaturahmi menjadi platform promosi dan kolaborasi ekonomi menunjukkan peran strategis komunitas perantau dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan mampu mendorong UMKM Purworejo semakin adaptif dan kompetitif di pasar digital. []
Penulis: Marnie | Penyunting: Redaksi01
